PLN Klaim Jadi Pionir BUMN Emisi Global Bond dalam Dua Mata Uang

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim menjadi badan usaha milik negara yang pertama menerbitkan global bond atau obligasi globaldengan dua mata uang sekaligus yakni euro dan dolar Amerika Serikat.
M. Nurhadi Pratomo | 23 Oktober 2018 15:52 WIB
Direktur Utama PLN Sofyan Basir saat melayani laporan pengaduan dari pelanggan di Posko Pengaduan Pelanggan Kantor PLN Area Palu pada hari Selasa (9/10). - Dok.PLN

Bisnis.com,JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim menjadi badan usaha milik negara yang pertama menerbitkan global bond atau obligasi globaldengan dua mata uang sekaligus yakni euro dan dolar Amerika Serikat.

Dalam siaran pers, Selasa (23/10/2018), Executive Vice President Corporate Communication & CSR Perusahaan Listrik Negara (PLN) I Made Suprateka mengatakan perseroan menerbitkan global bond senilai kurang lebih US$1,5 miliar. Dana segar tersebut akan digunakan untuk mendanai kebutuhan investasi dan kebutuhan program 35 gigawatt.

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, sambungnya, PLN mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang. Selain itu, perseroan juga memperluas basis investor di pasar Eropa dengan obligasi global berdenominasi euro.

“PLN merupakan BUMN Indonesia pertama yang mampu secara bersamaan menerbitkan global bond di pasar internasional dalam dual currency yakni dolar AS dan euro,” tulisnya dalam siaran pers, Selasa (23/10/2018).

Diberitakan Bisnis.com sebelumnya, PLN menerbitkan global bond senilai kurang lebih US$1,5 miliar. Secara detail, US$500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, US$500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan, dan 500 juta euro dengan tenor 7 tahun.

Adapun, tingkat kupon untuk masing-masing instrumen tersebut yakni 5,375%, 6,25%, dan 2,875%.

Berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya PLN telah menerbitkan obligasi global dengan jumlah pokok US$2 miliar di Singapore Stock Exchange (SGX). Korporasi setrum milik negara itu mengemisi obligasi global dalam dua tenor yakni 10 tahun dengan kupon 5,45% dan 30 tahun dengan kupon 6,15%.

Sementara itu, Direktur Keuangan Perusahaan Listrik Negara Sarwono mengklaim penerbitan tersebut menjadi bukti bahwa dunia internasional masih mempercayai keuangan Indonesia dan perseroan. Artinya, para investor masih meyakini kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN saat ini serta keberlanjutan pertumbuhan pada masa mendatang.

Tag : PLN, Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top