Belajar Menabung Sejak Dalam Kandungan

Nani Handayani adalah seorang bidan yang melakukan praktik di Jalan Pacilong, Bogor, Jawa Barat. Dia ikut menjadi Agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau Laku Pandai milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Andi M. Arief & Hendri T. Asworo | 26 November 2018 22:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Nani Handayani adalah seorang bidan yang melakukan praktik di Jalan Pacilong, Bogor, Jawa Barat. Dia ikut menjadi Agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau Laku Pandai milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Dia baru bergabung menjadi Agen46 selama 3 bulan. Namun, dia mampu menyabet penghargaan kategori Dua Program Cashback Reward Agen46 untuk periode September 2018 Kanwil Jakarta-BSD.

Bidan yang juga menjadi dosen pada sebuah akademi kebidanaan itu mempunyai niat sederhana saat bergabung menjadi Agen46, yakni membantu meringankan beban biaya persalinan bagi ibu yang mengandung dengan cara menabung setiap kali kontrol ke kliniknya.

Walaupun sebagian pasiennya mendapatkan jaminan persalinan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, uang tabungan tersebut kelak dapat dipergunakan untuk keperluan lain setelah melahirkan.

Tekad Nani menjadi kenyataan. Saat ini sedikitnya sudah ada 50 orang yang menjadi nasabahnya.  Pada awalnya, dia hanya menawarkan produk tabungan BNI kepada pasien saja. Namun, akhirnya berkembang ke tetangga yang kebanyakan belum pernah memiliki akun di bank mana pun.

Antusiasme mereka cukup tinggi karena hanya dengan setoran awal minimal Rp20.000 mereka bisa mendapatkan kartu debit BNI dan buku tabungan. "Masih ada warga yang takjub, karena dengan uang sedikit bisa juga menabung. Bahkan mereka dapat menyetorkan uang walau hanya Rp5.000,” ujarnya, pekan lalu.

Serupa dengan kisah Nani. Pemilik Toko Tiga Sekawan, Nani Yuniarti, yang tinggal di daerah Cipanas, Bogor, mampu menghadirkan ‘layanan bank’ di rumahnya yang terbilang daerah terpencil. Pasalnya, membutuhkan waktu 45 menit untuk mencapai kantor cabang bank terdekat.

Yuniarti adalah agen Laku Pandai PT Bank Mandiri Syariah. Awalnya dia berharap saat menjadi agen tersebut masyarakat sekitar dapat menabung di tokonya. "Karena kalau ke bank jauh. Perlu ongkos dan berpakaian rapih, sedangkan di Laku Pandai pakai sendal jepit pun tidak masalah. Pakai daster pun tidak masalah," tuturnya, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan masyarakat sekitar juga dapat menikmati layanan setiap hari, tidak seperti di bank yang tutup pada akhir pekan. Mereka menggunakan layanan setoran tabungan, pembelian pulsa telepon dan pulsa listrik. Dia memperkirakan ada 50-100 orang yang akan menjadi nasabahnya.

Progam Laku Pandai memang ditujukan untuk memberikan fasilitas perbankan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Tidak hanya itu saja, program ini menyasar kepada para pekerja informal yang kebanyakan enggan datang ke bank karena memiliki uang yang pas-pasan.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, per Oktober 2018, jumlah Agen46 BNI telah mencapai 110.568 agen yang tersebar di 34 provinsi, 517 kabupaten, 4.675 kecamatan, dan 21.054 kelurahan.

“Angka tersebut telah mencapai 116% dari target 95.000 agen. Dari jumlah tersebut, jumlah presentasi agen yang aktif bertransaksi adalah sebanyak 31.082 agen atau 28,11%,” ujarnya dalam siaran pers.

Vice Presiden E-Channel BNI Fajar Kusuma Nugraha menyampaikan perkembangan program Laku Pandai perseroan cukup pesat. Tahun depan BNI menargetkan untuk menambah Agen46 sekitar 30.000-50.000 agen.

Direktur IT dan Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan perseroan baru masuk ke program Laku Pandai. Perseroan pun ingin memanfaatkan momentum naiknya animo masyarakat pada industri perbankan syariah.

"BSM ingin benar-benar mendekatkan diri ke masyarakat untuk hijrah menjadi perbankan syariah. Kedua, tentu saja kami berharap semakin menambah costumer base kami," jelasnya.

Menurutnya, agen Laku Pandai di daerah dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mendapatkan layanan bank di kota.

Group Head of Digital Banking Group Mandiri Syariah Riko Wardhana mengatakan, sampai akhir tahun, perseroan akan menambah jumlah agen dengan sebaran Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra.

Program Laku Pandai memang memberikan kemudahan masyarakat dalam menabung tanpa harus ke kantor cabang. Tentu semangat dua Nani di atas diharapkan menular kepada agen yang lain untuk mendorong penetrasi masyarakat dalam berbank.

Tag : laku pandai
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top