Bank Mandiri Group Hadirkan Optimisme Investasi di Tahun Politik

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Manajemen Investasi menyelenggarakan Market Outlook bertema Indonesias Market Potential and Global Economic Growth 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan loyalitas dan memperkuat optimisme nasabah dalam berinvestasi di pasar keuangan dalam negeri pada tahun politik.
Nirmala Aninda | 05 Desember 2018 21:42 WIB
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan paparan kinerja perusahaanya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/8). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Manajemen Investasi menyelenggarakan Market Outlook bertema ”Indonesia’s Market Potential and Global Economic Growth 2019” yang bertujuan untuk meningkatkan loyalitas dan memperkuat optimisme nasabah dalam berinvestasi di pasar keuangan dalam negeri pada tahun politik.

Sebanyak 200 nasabah utama hadir dalam event yang menghadirkan narasumber Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti, Asia Macro Strategist Lombard Odier Homin Lee, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo serta CEO Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tahun ini tantangan dari gejolak ekonomi global yang turut mempengaruhi perekonomian dalam negeri telah berhasil kita lewati bersama.

"Tantangan baru akan menyambut kita di tahun 2019, yang berasal dari masih berlanjutnya gejolak perekonomian global, serta kondisi politik dalam menghadapi pemilihan umum dan pemilihan Presiden. Akan tetapi, kami tetap yakin bahwa tahun penuh tantangan tersebut akan mampu kita lewati bersama,” ujarnya saat membuka Market Outlook di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Berbagai isu yang dibahas dalam event ini antara lain, antisipasi pergolakan ekonomi dari fenomena perang dagang yang mungkin berlanjut setelah kenaikan tarif sejumlah produk impor oleh AS, apresiasi nilai tukar dollar AS terhadap mata uang global, kenaikan Fed Rate yang masih akan berlanjut, hingga perlambatan ekonomi China, ditambah pergolakan politik di awal tahun 2019.

Terkait hal itu, Kartika mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah menghadapi tantangan ekonomi dari dalam maupun luar negeri di tahun 2019 dengan terus menjaga pertumbuhan bisnis serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah Bank Mandiri.

CEO Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa mengatakan, pihaknya berharap Market Outlook ini dapat mempersiapkan nasabah utama Bank Mandiri secara finansial dengan memanfaatkan produk dan instrumen investasi yang dipersiapkan khusus oleh Mandiri Manajemen Investasi.

Salah satu produk investasi khusus tersebut yakni Mandiri Investa Asean 5 Plus yang merupakan instrumen investasi jangka panjang.

Produk tersebut memiliki empat value proposition yang ditawarkan kepada nasabah, yaitu Offshore exposure, flexible alpha allocation, capturing ASEAN market growth, dan flexibility in times of volatility.

“Produk ini juga memanfaatkan strategi investasi yang termasuk moderat dengan cakupan portofolio saham terdiri atas big dan small caps, serta investasi di luar negeri,” kata Alvin.

Hingga Oktober 2018, Bank Mandiri memiliki 53.096 nasabah utama segmen private dan prioritas banking. Dari jumlah tersebut, aset finansial yang dikelola Bank Mandiri mencapai lebih dari Rp170 trilliun, tumbuh sekitar 2% dari periode yang sama tahun lalu.

Dalam pengelolaan nasabah utama tersebut, Bank Mandiri memiliki 63 Outlet Prioritas yang tersebar di seluruh Indonesia serta kerjasama strategis dengan Lombard Odier, salah satu Private Bank dari Swiss.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, iklim investasi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top