Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fintech Unggul dalam Persaingan Uang Elektronik, Ini Sebabnya

Perusahaan fintech lebih unggul dibandingkan dengan perbankan, e-commerce, dan perusahaan telekomunikasi dalam hal pengembangan layanan uang elektronik.
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  11:19 WIB
Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode di ponsel pintar. Fintech dinilai lebih unggul dibandingkan dengan perbankan, e-commerce, dan perusahaan telekomunikasi dalam hal pengembangan layanan uang elektronik. - Wikimedia Common
Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode di ponsel pintar. Fintech dinilai lebih unggul dibandingkan dengan perbankan, e-commerce, dan perusahaan telekomunikasi dalam hal pengembangan layanan uang elektronik. - Wikimedia Common

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) lebih unggul dibandingkan dengan perbankan, e-commerce, dan perusahaan telekomunikasi dalam hal pengembangan layanan uang elektronik.

Mengacu kepada riset yang dipublikasikan oleh Morgan Stanley pada Kamis (21/2/2019), para responden survey menilai fintech unggul karena memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan para pesaingnya.

Pertama, uang elektronik yang diterbitkan oleh fintech lebih praktis digunakan untuk berbagai keperluan. Hal ini terjadi karena fintech terlebih dahulu membangun ekosistem digital, kemudian uang elektronik melengkapinya.

Pengguna fintech telah terbiasa memanfaatkan layanan transportasi online, memesan makanan dan minuman, atau melakukan transaksi lain dalam sistem yang dibangun oleh fintech. Penambahan fitur uang elektronik memudahkan pengguna untuk bertransaksi.

Kedua, layanan top-up secara mandiri melalui jaringan mitra pengemudi dinilai lebih praktis oleh para responden survei, daripada top-up melalui bank.

Ketiga, jaringan merchant yang menerima pembayaran menggunakan uang elektronik yang disediakan oleh fintech semakin luas. Sampai saat ini, jaringan merchant yang bekerja sama dengan perbankan masih jauh lebih banyak, namun perlahan fintech menyusul.

Menurut data Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik sepanjang tahun lalu mencapai Rp47,19 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi pada tahun sebelumnya senilai Rp12,37 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang elektronik Gojek fintech ovo
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top