BNI Terima Pesanan Sukuk ST003 Rp350 Miliar

BNI menerima pesanan sukuk ST003 senilai total Rp350 miliar. Nilai tersebut berada di bawah target yang ditetapkan Rp600 miliar.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  16:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menerima pesanan sukuk ST003 senilai total Rp350 miliar. Nilai tersebut berada di bawah target yang ditetapkan Rp600 miliar.

GM Divisi Wealth Management BNI Neny Asriani mengatakan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan pesanan yang masuk tidak mencapai target. Kurang tepatnya masa waktu penawaran yang ditentukan menjadi salah satu faktor utama.

“Jadwal penawaran yang berdekatan dengan SBR005 cukup berpengaruh, karena dana investor akan terbagi ke setiap penawaran,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

ST003 yang merupakan instrumen sukuk berbasis tabungan itu dipasarkan pada 1—20 Februari 2019ndengan imbalan minimal sebesar 8,15%. Imbalan tersebut didapatkan dari penghitungan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) ditambah spread sebesar 215 bps.

Pada bulan sebelumnya, pemerintah juga menerbitkan instrumen obligasi negara ritel berbasis tabungan atau saving bonds retail dengan seri SBR005. Bunga dan karakteristik instrumen ini sangat indentik dengan ST003.

Selain itu, Neny mengutarakan bahwa informasi terkait jadwal penerbitan instrumen surat utang ritel pada tahun ini membuat para pemilik dana cenderung menunda investasi. Faktor politik, lanjutnya, menjadi salah satu pertimbangan utama nasabah.

“Kami menerima insight dari lapangan bahwa berhubung investor sudah tahu bahwa obligasi negara akan terbit setiap bulan hingga akhir tahun ini, terdapat investor yang masih menahan-nahan dananya, khususnya hingga pemilihan presiden usai,” jelasnya.

Sebagai bank yang aktif menjadi mitra distribusi surat utang ritel pemerintah, perseroan akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting yang akan ditingkatkan BNI dalam pemasan instrumen-instrumen selanjutnya.

“Edukasi dan sosialisasi produk, market dan channel penawaran akan terus menerus menjadi poin yang akan dikembangkan terus oleh BNI sebagai mitra distribusi obligasi negara,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukuk, bni

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top