Siapkan Finansial Sebelum Menikah, Dengan Cara Berikut Ini

Keputusan membina biduk rumah tangga bukan hanya urusan menyatukan dua pribadi dan dua keluarga yang berbeda. Menikah juga berarti membagi kemampuan dan pengelolaan finansial untuk mencapai tujuan bersama.Kemampuan mengelola keuangan bersama pasangan menjadi krusial mengingat banyaknya kasus perceraian yang disebabkan masalah finansial. Kesadaran akan pentingnya koordinasi dalam pengelolaan keuangan keluarga perlu dibangun sejak dini sebelum pasangan memutuskan untuk menikah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  17:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan membina biduk rumah tangga bukan hanya urusan menyatukan dua pribadi dan dua keluarga yang berbeda. Menikah juga berarti membagi kemampuan dan pengelolaan finansial untuk mencapai tujuan bersama.

Kemampuan mengelola keuangan bersama pasangan menjadi krusial mengingat banyaknya kasus perceraian yang disebabkan masalah finansial. Kesadaran akan pentingnya koordinasi dalam pengelolaan keuangan keluarga perlu dibangun sejak dini sebelum pasangan memutuskan untuk menikah.

Independent financial adviser dari Jouska Indonesia Adhita Laksmi menjelaskan, persoalan finansial masing-masing perlu dibuka sejak sebelum menikah, termasuk soal pendapatan, pengeluaran, gaya hidup bahkan utang yang tengah ditanggung. Hal tersebut penting untuk indentifikasi awal tujuan finansial yang hendak dicapai bersama baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Sebelum menikah baiknya harus ada keterbukaan. Kalau ternyata kita menikah dan ternyata pasangan kita punya utang, itu nantinya harus jadi tanggung jawab bersama," kata Adhita.

Sebab dia menjelaska, pernah ada kasus dimana tak lama setelah menikah, istri baru mengetahui bahwa suaminya memiliki utang dari usaha keluarga. Kehidupan rumah tangga yang baru dibina pun menjadi tak harmonis, dan beberapa bulan kemudian berujung perceraian.

Keterbukaan mengenai finansial masing-masing sebelum menikah bertujuan untuk menghindari hal tersebut.

Setelah pendapatan, pengeluaran rutin, serta utang pribadi dibuka sama-sama, pasangan akan lebih mudah dalam menentukan target finansial, misalnya pembelian aset, dana pendidikan anak, dana investasi, dana pensiun dan sebagainya.

Adhita menambahkan, pembicaraan mengenai keuangan keluarga bahkan disarankan hingga keputusan siapa diantara suami dan istri yang akan bertindak sebagai manajer keuangan keluarga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
finansial

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top