Aliran Modal Asing Topang Tren Pertumbuhan Devisa

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi makro di dalam negeri sangat baik, terbukti aliran dana terus masuk.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 08 April 2019  |  17:32 WIB
Aliran Modal Asing Topang Tren Pertumbuhan Devisa
Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menegaskan tren pertumbuhan devisa yang terjadi sepanjang September 2018 hingga Maret 2019 ditopang oleh aliran dana asing ke portofolio dalam negeri. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi makro di dalam negeri sangat baik, terbukti aliran dana terus masuk. 

“Ada aliran inflows portofolio di pasar SBN dan di pasar equity serta di Foreign Direct Investment [FDI]  di sektor keuangan,” papar Mirza kepada Bisnis, Senin (08/04/2019).

Dari catatan BI, aliran dana asing ke portofolio hingga akhir Maret telah mencapai hampir Rp90 triliun (year to date/ytd). Aliran tersebut masuk ke pasar surat berharga negara (SBN), saham dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Sebelumnya, Mirza mengungkapkan situasi global pada tahun ini lebih banyak menguntungkan bagi negara berkembang. Pasalnya, kenaikan Fed Fund Rate (FFR) mereda dan ketegangan perdagangan China versus AS yang mulai menemukan titik terang. 

Di sisi lain, Indonesia diuntungkan dengan pengelolaan fiskal dan moneter yang hati-hati (prudent). Ini terlihat dari inflasi yang rendah, defisit fiskal terkendali dan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan menuju 2,5%. 

Dengan demikian, stabilitas rupiah terjaga dengan baik. Kondisi ini dibuktikan dengan menurunnya intensitas intervensi BI di pasar spot valas dan SBN dibandingkan tahun lalu. “Kami kalau masuk ke pasar dalam jumla yang kecil, makanya kalau lihat cadangan devisa bisa naik,” ungkapnya minggu lalu, (02/04/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi makro, cadangan devisa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top