Kredit Bank Mantap Didominasi Segmen Nasabah Pensiunan

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp16,77 triliun per kuartal I/2019, tumbuh 40,4% secara tahunan. Pendorong utama ekspansi kredit adalah segmen nasabah pensiunan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 11 April 2019  |  13:37 WIB
Kredit Bank Mantap Didominasi Segmen Nasabah Pensiunan
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus K Triprakoso (kanan) bersama Direktur Nurkholis Wahyudi (kiri) dan Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan Didyk Choiroel memantau pembayaran pajak nasabah di kantor pusat perseroan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp16,77 triliun per kuartal I/2019, tumbuh 40,4% secara tahunan. Pendorong utama ekspansi kredit adalah segmen nasabah pensiunan.

Penyaluran kredit pensiunan oleh Bank Mantap per kuartal I/2019 mencapai Rp15,31 triliun, atau 91,29% terhadap total kredit yang disalurkan. Pada periode tersebut, kredit pensiunan tumbuh 51,5% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 41,7% menjadi Rp15,82 triliun. Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan bahwa kenaikan kredit dan DPK turut mengerek aset perseroan naik 40,7% secara tahunan menjadi Rp21,60.

Perolehan laba bersih juga terakselerasi menjadi Rp99,5 miliar per kuartal I/2019, tumbuh 28,4% secara tahunan.

"Kami semakin optimis dengan fokus peningkatan layanan pada nasabah tahun ini. Apalagi saat ini kami telah memiliki 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi," katanya, Kamis (11/4/2019).

Josephus mengemukakan bahwa peningkatan layanan yang baru dikembangkan antara lain fitur pembayaran pajak negara. Pasalnya, saat ini perseroan telah ditunjuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Kementerian Keuangan sebagai Bank Persepsi yang ke-85.

Penunjukan Bank Persepsi menggunakan modul penerimaan negara dengan menyediakan layanan bagi seluruh nasabah Bank Mantap, baik nasabah korporasi maupun perorangan. Layanan Bank Mantap dalam menerima Setoran Penerimaan Negara dari wajib pajak pun akan menggunakan sistem Modul penerimaan Negara Generasi Kedua atau MPN 62.

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menambahkan penunjukan Bank Mantap menjadi Bank Persepsi adalah kepercayaan dari pihak pemerintah untuk turut aktif dalam kebijakan strategis mendongkrak penerimaan negara.

”Untuk saat ini kami sedang mengembangkan layanan digital cash manangement, para nasabah Bank Mantap dapat langsung bertransaksi pembayaran pajak menggunakan cash manangement tersebut, sehingga wajib pajak dapat membayar kewajiban perpajakannya tanpa perlu datang ke teller,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bank Mantap

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top