5 Terpopuler Finansial, BCA Tebar Dividen Rp340 per saham dan Koperasi Perlu Lakukan Reformasi Demi Tingkatkan Kapasitas

Kabar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Central Asia yang menyetujui pembayaran dividen senilai Rp340 per saham untuk tahun buku 2018 menjadi berita terpopuler di kanal Finansial Bisnis.com pada hari Jumat (12/4/2019).
Ahmad Rifai | 12 April 2019 11:43 WIB
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

1. BCA Tebar Dividen Rp8,29 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk. menyetujui pembayaran dividen senilai Rp340 per saham untuk tahun buku 2018.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, total saham BCA per 31 Januari 2019 mencapai 24.408.459.120 lembar saham.

Baca selengkapnya di sini.

2. Ini Pesan Bos BCA Soal Keamanan Transaksi Digital Banking

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja berharap masyarakat selalu berhati-hati dalam bertransaksi menggunakan aplikasi perbankan digital.

Jahja mengatakan bahwa BCA gencar melakukan pengembangan digital banking. Seiring dengan itu, perseroan juga senantiasa melengkapinya dengan sistem keamanan yang melindungi nasabah agar terhindar dari risiko.

Baca selengkapnya di sini.

3. Bank Jatim Berharap QR Code Dorong Dana Murah

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) meluncurkan sistem pembayaran kode QR (quick response).

Perusahaan berharap implementasi teknologi teranyar ini dapat mendorong pertumbuhan dana murah dari produk giro dan tabungan.

Baca selengkapnya di sini.

4. Indodana Gelar Seminar Sosialisasi Keuntungan Pendanaan di Fintech Pinjaman

Investasi melalui pendanaan di fintech semakin populer seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan fintech peer to peer lending (pinjaman) di Tanah Air.

Secara sederhana, fintech membantu masyarakat mendapatkan pinjaman dengan cara mempertemukan pihak pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Baca selengkapnya di sini.

5. Tingkatkan Kapasitas, Koperasi Perlu Lakukan Reformasi

Pelaku usaha koperasi didorong untuk melakukan reformasi guna meningkatkan peran koperasi sebagai perangkat pendorong kesejahteraan anggota dan penggerak ekonomi.

Julius Effendi, Kepala Seksi Koperasi & UKM Suku Dinas (Sudin) Koperasi, UKM serta Perdagangan Kota Jakarta Pusat, mengatakan reformasi tersebut melalui tiga tahapan yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan.

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bca, koperasi, bank jatim, dividen, fintech, ekonomi digital, QR code

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top