Peluang BTN Kelola Dana Tapera Semakin Besar

Setelah memulai tahap pertama akuisisi perusahaan manajemen investasi, peluang Bank BTN untuk mengelola dana Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera semakin besar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 April 2019  |  15:47 WIB
Peluang BTN Kelola Dana Tapera Semakin Besar
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono menyampaikan sambutan saat peluncuran logo HUT ke-69 Bank BTN, di Jakarta, Jumat (4/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah memulai tahap pertama akuisisi perusahaan manajemen investasi, peluang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk mengelola dana Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera semakin besar.

Dalam payung hukum Badan Pengelola Tapera, bank harus berstatus sebagai bank kustodian atau memiliki perusahaan manajemen investasi untuk terlibat dalam pengelolaan dana Tapera.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, BTN telah memulai langkah pertama dengan mengakuisisi 30% saham perusahaan manajemen investasi PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM), yang merupakan anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Emiten perbankan berkode saham BBTN tersebut membeli 33.000 lembar saham atau setara 30% saham PNM pada PNMIM. Dari aksi pembelian ini, Bank BTN mengeluarkan dana senilai Rp114,3 miliar. BTN akan melakukan pembelian saham secara bertahap hingga nantinya BBTN menjadi pemegang saham mayoritas PNMIM hingga 2020.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menyampaikan aksi perseroan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengelola dana Tapera.

 

"Potensi pengelolaan Tapera misalnya secara hitungan kasar ada Rp114 triliun dengan mencakup seluruh Indonesia, dengan memiliki perusahaan manajer investasi, BTN bisa mendapatkan dana kelolaan Rp50 triliun," katanya saat acara Penandatanganan Perjanjian Bersyarat Pembelian Saham PNMIM antara Bank BTN dengan PNM, Senin (22/4/2019).

 

Maryono menyebutkan, perhitungan tersebut belum termasuk pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jika diakumulasikan, menurutnya, dana tersebut bisa mencapai lebih dari Rp50 triliun. 

Maryono mengkalkulasikan, dengan total jumlah dana ini, jika rumah dirata-ratakan seharga Rp150 juta, bisa menjangkau pembiayaan hingga tiga juta unit rumah, sehingga bisa menutup setidaknya angka kebutuhan perumahan yang mencapai 11 juta rumah. 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menyampaikan askuisisi saham yang dilancarkan perseroan akan memberikan memberikan peluang bagi Bank BTN dan PNMIM untuk bertumbuh lebih jauh. 

"Akan jauh lebih bagus, hanya program dari BTN yang memerlukan manajer investasi, selama ini kan tools nya belum ada untuk BTN, sementara Tapera perlu manajer investasi untuk mengalokasikan dana," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn, tapera

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup