Bank Ganesha Segera Terbitkan Kartu Debit

Bank Ganesha berencana menerbitkan kartu debit guna memacu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang pada tahun ini ditargetkan tumbuh 12% dibandingkan dengan tahun lalu.
Muhammad Khadafi | 14 Mei 2019 13:59 WIB
Presdir PT Bank Ganesha Tbk. Surjawaty Tatang (tengah), bersama Direktur Surjadi (dari kiri), Division Head Operation & IT Rudy Hamdani, Direktur Setiawan Kumala, dan Division Head E-Channel Adi Haryadi meluncurkan aplikasi layanan mobile banking Bangga, di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Ganesha Tbk. berencana menerbitkan kartu debit guna memacu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang pada tahun ini ditargetkan tumbuh 12% dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Bank Ganesha Setiawan Kumala mengatakan, proses penerbitan kartu debit tengah menunggu persetujuan dari Bank Indonesia selaku regulator di bidang sistem pembayaran.

“Intinya kami mengharapkan DPK dengan adanya debit akan semakin baik. Tabungan terutama,” katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Berdasarkan laporan publikasi, portofolio dana murah dari produk giro dan tabungan (current account savings account/CASA) merosot sepanjang 2018. Giro anjlok 41,34% yoy menjadi Rp460,12 miliar, sedangkan tabungan turun 24,25% yoy menjadi Rp350,71 miliar.

Deposito pada saat yang sama masih terus tumbuh. Dana mahal yang mendominasi DPK Bank Ganesha naik 17,41% yoy menjadi Rp2,51 triliun.

Kondisi tersebut masih berlanjut pada kuartal I/2019. Giro dan tabungan kembali turun, masing-masing sebesar 44,55% yoy dan 26,21% yoy. Kontras dengan simpanan berjangka yang tumbuh 5,09% yoy.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Ganesha Lisawati mengatakan bahwa peluncuran kartu debit akan mendongrak bisnis transactional banking, dan pada akhirnya berimbas positif pada kinerja penghimpunan dana. Pasalnya melalui kartu debit, perseroan dapat berkerja sama dengan perusahaan ritel untuk melayani transaksi dalam jaringan.

Kendati demikian langkah itu bukan perkara mudah. Meskipun setelah memiliki layanan kartu debit, bank harus bertarung suku bunga untuk mendapatkan deposan.

Selain itu perusahaan juga memiliki pekerjaan rumah untuk mengurangi ketergantungan dengan deposan kakap. Per Maret 2019, simpanan berjangka berkontribusi sebesar 74,56%, naik dari Maret 2018 63,89%.

Adapun tren penurunan DPK hingga 3 bulan pertama tahun ini membuat likuditas perseroan berada dalam rentang yang ditentukan regulator. Rasio simpanan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) naik dari 76,93% menjadi 86,91%.

Lisawati mengatakan bawah rasio likuiditas akan dijaga pada kisaran tersebut. Perusahaan hendak ekspansi penyaluran pembiayaan, sehingga membutuhkan sokongan dana nasabah.

Tahun ini, Bank Ganesha membidik pertumbuhan kredit sebesar 12% yoy, setelah mengalami stagnansi pada tahun lalu. Fungsi intermediasi sepanjang 2018 hanya tumbuh 0,4% yoy, karena perusahaan fokus melakukan konsolidasi internal guna membenahi kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah kotor perseroan naik ke 4,25% per Desember 2018 dari 0,81% pada tahun sebelumnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpk, kartu debit, bank ganesha

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup