Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CIMB Niaga Auto Finance Tetap Optimistis Bisnis Membaik

Bisnis.com, JAKARTA -- PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tetap optimistis di tengah pasar otomotif yang tengah melambat pada kuartal I/2019 akibat penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  22:34 WIB
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor - www.raceworld.tv
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor - www.raceworld.tv

Bisnis.com, JAKARTA -- PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tetap optimistis di tengah pasar otomotif yang tengah melambat pada kuartal I/2019 akibat penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan hingga kuartal I/2019, pencairan CNAF telah mencapai sekitar Rp1 triliun, tumbuh sekitar 40%. Dengan demikian, potensi pertumbuhan industri pembiayaan kuartal II juga akan ikut mendorong penyaluran CNAF.

Dengan kinerja yang membaik dan risiko pembiayaan yang rendah, dia juga meyakini non performing financing (NPF) dapat ditekan hingga 1% sampai akhir 2019. Pada 2018, NPF perusahaan tercatat 2,38%.

Adapun dari segi laba, mempertahankan besaran laba seperti tahun lalu sudah cukup memuaskan bagi Ristiawan. Laba bersih CNAF per 31 Desember 2018 tercatat naik 77% year on year (yoy) menjadi Rp173,2 miliar dibandingkan dengan Rp98 miliar pada posisi yang sama pada 2017.

Meski secara nilai masih kecil secara industri, Ristiawan mengatakan peningkatan pertumbuhan ini didorong oleh keputusan shifting portofolio dari kendaraan niaga menjadi kendaraan penumpang sejak 2015.

“Karena CNAF belum siap untuk commercial car karena penanganannya berbeda dengan passenger car. Kami tidak menghilangkan semua porsi kendaraan niaga, masih ada sekitar 20%,” ujarnya sebagaimana dikutip Bisnis.com, Kamis (23/5/2019).

 Selain sinergi dengan induk usaha, CNAF juga bakal menggenjot pembiayaan melalui kanal digital seperti e-commerce. Selain itu, CNAF juga tengah menjajaki pembentukan aplikasi mobile untuk mengajukan pembiayaan.

“Kami kan maunya tumbuh minimal dua kali. Untuk itu digitalisasi kuncinya karena customer sekarang kebanyakan millenials yang maunya cepat, simpel, dan tidak banyak bertemu orang,” katanya.

Dengan sinergi bersama perbankan dan digitalisasi, diharapkan CNAF dalam melakukan ekspansi tidak lagi perlu membangun cabang baru.

CNAF fokus untuk memberikan pembiayaan kepada kendaraan roda empat di semua segmen seperti low cost green car (LCGC), multi purpose vehicle (MPV), dan support utility vehicle (SUV).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top