BNI Cabang Hong Kong Kucurkan HK$50 Juta Kredit Impor Burung Walet

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melalui kantor cabang Hong Kong memberikan fasilitas kredit pada Hoi Fung Hong Ltd senilai HK$50 juta untuk mengimpor sarang burung walet dari Indonesia.
BNI Cabang Hong Kong Kucurkan HK$50 Juta Kredit Impor Burung Walet
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  04:20 WIB

BNI Kucurkan HK$50 Juta Kredit Impor Burung walet di Hong Kong

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melalui kantor cabang Hong Kong memberikan fasilitas kredit pada Hoi Fung Hong Ltd senilai HK$50 juta untuk mengimpor sarang burung walet dari Indonesia.

Fasilitas kredit dari BNI itu dipergunakan untuk mempercepat pembayaran kepada perusahaan pengekspor di Indonesia.

General Manager Divisi Internasional BNI, Eko Nugroho mengatakan dalam membiayai usaha burung walet ini, BNI di dalam negeri telah membiayai petani dan pabrik pengolahan burung walet di Kalimantan dan Surabaya. Sementara di luar negeri, BNI Hong Kong membiayai importirnya yang berlokasi di negara tersebut.

Menurut Eko penduduk Cina merupakan penggemar sarang burung walet. Sejak era Dinasti Qing berkuasa, masyarakat Cina sudah mengkonsumsi sarang burung walet untuk menjaga kesehatan tubuh. Kini sarang burung walet menjadi menu favorit di restoran-restoran Cina.

"Selain untuk konsumsi langsung, sarang burung walet menjadi bahan baku kosmetik dan produk kecantikan lainnya. Dan uniknya di Cina sendiri tidak terdapat sarang burung walet, dan seluruhnya diimpor dengan importer besar lebih dari 70% berasal dari Indonesia," katanya melalui siaran pers, Rabu (22/5/2019).

Namun demikian, sistem perdagangan burung walet ini masih sangat tradisional, dengan sistem kepercayaan dan pencatatan sederhana.

Hal ini tidak jarang dapat menyebabkan kerugian bagi penjual dari Indonesia karena pembayaran yang tidak teratur dan kecenderungan pembeli dari Cina meminta kredit dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Sementara itu, BNI Hong Kong telah beroperasi di Hong Kong sejak 1963 dan merupakan satu-satunya bank asal Indonesia yang memilki lisensi penuh dari Hong Kong Monetary Authority.

"Dengan lisensi ini, BNI Hong Kong bias menyediakan berbagai produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sana," ujar Eko.

Saat ini BNI Hong Kong memiliki aset sebesar US$1,1 miliar terdiri dari loan, trade, dan securities. Fokus binis BNI Hong Kong adalah Indonesia related, khususnya di transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Hong Kong dan Cina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, perbankan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top