Kuartal I/2019, Marein Bukukan Pertumbuhan Premi 19,2 Persen

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (Marein) membukukan pertumbuhan premi bruto sekitar 19,2% pada kuartal I/2019.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  11:24 WIB
Kuartal I/2019, Marein Bukukan Pertumbuhan Premi 19,2 Persen
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (Marein) membukukan pertumbuhan premi bruto sekitar 19,2% pada kuartal I/2019.

Wakil Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisiono mengatakan, pihaknya meraih kinerja positif pada triwulan pertama tahun ini.

Kendati belum bisa merincikan nilainya, dia mengatakan pendapatan premi pada awal tahun ini juga disokong oleh kesepakatan bisnis yang telah tercapai pada akhir 2018.

“Kuartal I/2019, premi bruto tumbuhnya 19,2%, year-on-year (yoy). Ada yang deal tahun lalu dan baru tercatat. Ada juga pemasaran produk baru,” ujarnya seusai gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Yanto mengatakan, pihaknya tetap optimistis kinerja bisnis yang lebih positif bisa dicapai emiten reasuransi dengan kode saham MREI ini.

Pada 2018, Marein tercatat membukukan premi bruto senilai Rp2,2 triliun. Realisasi itu meningkat 22,7% (yoy). Perseroan pun mampu membukukan laba bersih senilai Rp140,9 miliar. Kendati begitu, laba bersih itu menurun sekitar 12,5% (yoy).

Presiden Direktur Marein Robby Loho menjelaskan, penurunan tersebut dipengeruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya, jelas dia, adanya peningkatan nilai klaim katastropik menyusul bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah pada tahun lalu.

“Banyak klaim katastropik, di Lombok, Palu dan Anyer. Itu dari sisi asuransi umum,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan persaingan di industri juga kian ketat dengan kehadiran kompetitor baru. Adanya problem biaya akuisisi tambahan atau yang selama ini ramai dikenal dengan fenomena ‘engineering fee’ turut memengaruhi profitabilitas sektor asuransi kerugian.

Di sisi asuransi jiwa, Robby menjelaskan adanya peningkatan beban klaim, khususnya dari produk asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan.  “AJK dan health, [Klaim] di asuransi jiwa itu mendominasi,” sebut dia.

Faktor lain, sebut dia, adalah hasil investasi yang terpengaruh oleh kinerja instrumen saham pada tahun lalu. Meskipun begitu, Robby meyakini pihaknya bakal mampu merealisasikan hasil yang lebih positif pada tahun ini, baik dari sisi pendapatan premi maupun dari sisi keuntungan.

Dalam rencana kerja anggaran perusahaan atau RKAP 2019, Marein mematok target pendapatan premi senilai Rp2,77 triliun. “ [Tahun ini] 2019 sudah recoverry, makanya target bottom line bisa lebih baik,” kata Robby.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
premi, marein

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top