Mega Insurance Bukukan Kenaikan Premi, Tapi Laba Turun 44 Persen

Pada periode yang sama, pendapatan underwriting perusahaan mencapai Rp369,19 miliar, tumbuh 6,03 persen secara tahunan. Total aset perusahaan ikut terkerek dari Rp910,24 miliar pada 2018 menjadi Rp1,07 triliun pada 2017.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  06:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) membukukan pendapatan premi senilai Rp628,32 miliar, tumbuh 8,96 persen pada 2018 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp576,64 miliar.

Pada periode yang sama, pendapatan underwriting perusahaan mencapai Rp369,19 miliar, tumbuh 6,03 persen secara tahunan. Total aset perusahaan ikut terkerek dari Rp910,24 miliar pada 2018 menjadi Rp1,07 triliun pada 2017.

Sayangnya, laba perusahaan merosot 44,10 persen menjadi Rp34,70 miliar. Hal itu salah satunya dipengaruhi oleh klaim bruto yang naik 8,23 persen menjadi Rp334,11 miliar.

Rasio solvabilitas perusahaan masih aman yakni 187,71 persen. Mega insurance merupakan asuransi umum yang melayani sejumlah produk di antaranya adalah asuransi perjalanan, asuransi hunian, asuransi kesehatan internasional, dan asuransi kendaraan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top