Idulfitri 2019, ATM Bersama Catat Lonjakan Transaksi Tertinggi

PT Artajasa Pembayaran Elektronis selaku pengelola ATM Bersama melihat tren pertumbuhan arus transaksi melalui kanal elektronik menjelang Idulfitri masih terjaga hingga tahun ini.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  13:37 WIB
Idulfitri 2019, ATM Bersama Catat Lonjakan Transaksi Tertinggi
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Artajasa Pemebayaran Elektronis Teddy Sis Herdianto (kedua dari kiri) tengah memperlihatkan arus transaksi kepada Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis Bayu Hanantasena (ketiga dari kiri) seusai menyampaikan kesiapan ATM Bersama menghadapi Idulfitri 2019 di Jakarta, Selasa (28/5/2019). Bisnis - Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Artajasa Pembayaran Elektronis selaku pengelola ATM Bersama melihat tren pertumbuhan arus transaksi melalui kanal elektronik menjelang Idulfitri masih terjaga hingga tahun ini. Bahkan perusahaan switching lokal ini mencatat pertumbuhan transaksi tertinggi terjadi pada tahun ini.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena mengatakan bahwa arus transaksi jelang lebaran selalu naik signifikan. Pada tahun ini volume transaksi harian telah naik 70% dibandingkan dengan rata-rata per hari.

Pada saat yang sama transfer antar bank, secara nominal, naik hingga 60% dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu, atau mencapai Rp60 triliun.

“Ini belum mencapai peak [puncak], grafiknya masih naik terus. Kami perkirakan akan mencapai peak itu pekan ini,” katanya di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Pertumbuhan yang semakin pesat itu satu di antaranya disebabkan oleh pertumbuhan jumlah rekening bank dan implementasi teknologi. Seperti diketahui, saat ini fitur mobile banking sudah menjadi satu layanan lumrah yang diberikan oleh perbankan. Kemudahan bertransaksi pun pada akhirnya mendorong pertumbuhan volume dan nilai.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Artajasa Teddy Sis Herdianto menambahkan bahwa kebiasaan belanja dalam jaringan juga ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan arus transaksi melalui kanal elektronik. Begitu pula dengan tren penggunaan uang elektronik yang mengharuskan penggunanya melakukan isi ulang dengan mentransfer uang dari rekening bank.

Selain itu, Direktur Bisnis Artajasa Anthoni Morris juga mencatat pertumbuhan dari bisnis remintasi. “Transaksi dari luar negeri ini, dari para TKI [tenaga kerja Indonesia] ini paling tinggi saat Ramadhan,” katanya.

Terkait lonjakan tahun ini, Artajasa pun telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga lonjakan arus transaksi menjelang Idulfitri 2019. Perusahaan switching dalam negeri ini meningkatkan sistem transaksi, media penyimpanan, dan jaringan komunikasi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran, uang tunai

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top