Lagarde Ingatkan Potensi Gangguan Fintech terhadap Sistem Keuangan Dunia

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan bahwa terus bertambahnya perusahaan teknologi yang menggunakan big data dan kecerdasan buatan dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap sistem keuangan dunia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  15:36 WIB
Lagarde Ingatkan Potensi Gangguan Fintech terhadap Sistem Keuangan Dunia
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. - REUTERS/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memperingatkan bahwa terus bertambahnya perusahaan teknologi yang menggunakan big data dan kecerdasan buatan dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap sistem keuangan dunia.

Lagarde menilai, perkembangan teknologi finansial (tekfin) telah meningkatkan akses masyarakat berpendapatan rendah terhadap sistem pembayaran dan penyelesaian yang murah. Hal tersebut terjadi di negara-negara berkembang, di mana jaringan perbankan konvensional masih terbatas.

Namun, perkembangan tekfin pun menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya dominasi perusahaan raksasa teknologi dalam pembayaran mobile. Dominasi tersebut, menurut Lagarde, seperti dapat mendorong pembuat kebijakan global untuk mengatur kembali sistem perbankan dan memastikan penyelesaian keuangan dilaksanakan dengan aman.

"Gangguan signifikan terhadap lanskap keuangan kemungkinan akan datang dari perusahaan teknologi besar, yang akan menggunakan basis pelanggan yang sangat besar dan kantong yang dalam, untuk menawarkan produk keuangan berdasarkan big data dan kecerdasan buatan," ujar Lagarde di sela-sela pertemuan G20 di Fukuoka, Jepang, akhir pekan lalu, dilansir dari Reuters.

Dia menilai, inovasi semacam itu dapat membantu modernisasi pasar keuangan, tetapi juga dapat membuat sistem keuangan menjadi rentan. Menurut Lagarde, kerentanan ada dengan menempatkan sistem pembayaran di bawah kendali segelintir raksasa teknologi.

“Ini menghadirkan tantangan sistemik yang unik untuk stabilitas dan efisiensi keuangan, dan saya harap kita dapat menyentuh [hal tersebut] dengan G20, dan membahasnya secara kooperatif dan konsisten,” ujar Lagarde.

Lagarde mengatakan, contoh pertukaran manfaat dan tantangan yang ditimbulkan oleh tekfin di antaranya terjadi di negeri tirai bambu, China. Pada lima tahun terakhir, pertumbuhan teknologi di China berhasil membawa jutaan masyaraat untuk mendapatkan akses terhadap produk keuangan, tetapi menyebabkan dua perusahaan mengendalikan lebih dari 90% pasar pembayaran mobile.

Mengatasi pro dan kontra dari inovasi keuangan adalah salah satu topik perdebatan pada pertemuan dua hari para menteri keuangan G20 dan kepala bank sentral. Pertemuan tersebut dimulai pada Sabtu (8/6/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
christine lagarde, fintech

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top