APRO Financial Memperoleh Persetujuan OJK Untuk Legal Merger 2 (Dua) Bank Nasional

Per tanggal 21 Juni 2019 APRO Financial akhirnya memperoleh persetujuan legalisasi merger dari OJK, merger antara Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar Indonesia.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  09:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Per tanggal 21 Juni 2019 APRO Financial akhirnya memperoleh persetujuan legalisasi merger dari OJK, merger antara Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar Indonesia.

APRO Financial Co. Ltd. Telah mendapat ijin untuk melakukan akuisisi Bank Dinar berdasarkan surat dari OJK pada 2 Oktober 2018 dan selanjutnya mengajukan rancangan mergernya pada bulan Desember 2018.

Pengajuan permohonan merger kepada OJK mulai di layangkan pada bulan Maret setelah dilakukannya RUPS pada kedua Bank tersebut dan selang 3 bulan kemudian tepatnya pada tanggal 25 Juni 2019 mendapatkan persetujuan secara resmi dari OJK untuk melakukan penggabungan kedua Bank tersebut.

APRO Service Group (induk perusahaan dari APRO Financial Co. Ltd) sebagai investor Korea menjadi yang ke-empat setelah KEB Hana Bank, Woori Bank dan Shinhan Bank yang masuk ke Indonesia.

Secara khusus, APRO Service Group adalah satu-satunya perusahaan keuangan non-bank yang tidak memiliki bank untuk mengakuisisi bank dari luar negeri. APRO Services Group mengoperasikan anak perusahaan seperti Savings bank, capital dan lending.

Merger ini merepresentasikan komitmen jangka panjang dan keyakinan APRO Services Group sebagai pemegang saham pengendali dari PT Bank Dinar Indonesia, Tbk dan PT Bank Oke Indonesia, terhadap masa depan perbankan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi yang menjanjikan pertumbuhannya di Asia.

Untuk itu, APRO Services Group berkomitmen mendukung arahan OJK mengenai konsolidasi bank dalam rangka menciptakan industri perbankan Indonesia yang terus tumbuh, lebih kuat, dan berdaya saing di Indonesia di tengah era integrasi ekonomi di kawasan ASEAN.

Dari sisi operasional, merger ini akan menghasilkan entitas bank yang lebih kuat, lebih besar dan lebih lengkap dari segi produk dan layanan serta operasional untuk melayani nasabah dari berbagai segmen mencakup retail, SME maupun korporasi (wholesale), sehingga mampu fokus dan berkontribusi secara jangka panjang di sektor-sektor yang menjadi prioritas ekonomi nasional Indonesia saat ini dan pada masa yang akan datang.

Menurut Presiden Direktur Bank Oke Indonesia, Lim Cheol Jin, “Margin pasar Korea kurang dari 2%, dan tingkat pertumbuhan ekonomi telah melambat, dan ditambah tidak ada banyak tempat untuk meminjam uang dari bank."

Lim Cheol Jin juga menambahkan, “Indonesia memiliki populasi yang besar, saya berharap tingkat penggunaan bank juga akan meningkat secara signifikan.

Bank hasil merger nanti akan tetap melayani seluruh nasabah yang telah menjadi nasabah setia PT Bank Oke Indonesia maupun PT Bank Dinar Indonesia, Tbk.

Lebih dari itu, kami akan dapat memberikan layanan dan  kebutuhan perbankan yang lebih luas, dimulai dari retail banking SME, dan corporate banking hingga produk dan layanan Digital Banking secara bertahap setelah dirampungkannya proses merger.

Melalui akuisisi dua bank ini, Bank Oke Indonesia mengakuisisi 19 cabang dan bertujuan untuk menambah 50 cabang dalam waktu tiga tahun. Sebagian besar cabang berada yang di akuisisi tidak hanya terletak di ibukota Jakarta, tetapi juga di Bali, Surabaya, dan Sumarang.

Dalam beberapa tahun ke depan, bank hasil merger akan melayani dan menawarkan solusi serta layanan keuangan yang lengkap kepada berbagai segmen masyarakat khususnya dunia usaha, antara lain segmen ritel, SME dan korporasi di Indonesia.

Bank hasil merger akan terus memperluas aksesibilitas layanan keuangan yang lebih luas kepada customer dengan memperkenalkan layanan Internet Banking dan Mobile Banking.

APRO Financial Co., Ltd Sebagai perusahaan berbasis di Korea Selatan yang dalam beberapa tahun belakangan ini telah melakukan ekspansinya secara bertahap dibidang finansial perbankan di Indonesia, APRO juga concern terhadap pembangunan perekonomian di Indonesia.

Selain itu APRO mendukung Universitas Indonesia dalam Global Leadership Program di Jakarta rnelalui "OK Placement Scholarship Foundation Indonesia Overseas Voluntee Group", dan melakukan beberapa kegiatan CSR secara aktif salah satunya di Muara Angke, Jakarta Utara membuat dan memperbaiki akses jalan agar lebih mudah dan lancar bagi penduduk sekitarnya.

APRO juga turut memberikan donasi untuk pemulihan bencana Tsunami yang terjadi di Palu, Donggala Sulawesi Tengah pada tahun 2018 lalu dengan memberikan bantuan donasi sebesar Rp1 Miliar.

Setelah penggabungan ini APRO Financial Co., Ltd tetap berkomitmen melakukan berbagai kegiatan CSR di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, merger

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup