Bank Harapkan Bisnis Kartu Kredit Lebih Ekspansif di Semester II

Menilik data Bank Indonesia, per April 2019, total transaksi kartu kredit melonjak naik menjadi sebesar Rp109,71 triliun atau tumbuh 10,8% secara tahunan (year on year/yoy).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  02:26 WIB
Bank Harapkan Bisnis Kartu Kredit Lebih Ekspansif di Semester II
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati beberapa bank mencatatkan penurunan kinerja bisnis kartu kredit dan pembiayaan syariah berbasis kartu, sejumlah bank menyatakan perkembangan transaksi selama paruh pertama tahun 2019 masih berjalan sesuai target.

Menilik data Bank Indonesia, per April 2019, total transaksi kartu kredit melonjak naik menjadi sebesar Rp109,71 triliun atau tumbuh 10,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Sempat sebelumnya, total transaksi kartu kredit tercatat hanya tumbuh 3,8% atau sebesar Rp99,04 triliun pada April 2018.

Tak ayal, pelaku industri perbankan pun masih memasang harapan yang tinggi bisa mencapai target bisnis kartu kredit hingga akhir tahun 2019.

PT Bank Central Asia Tbk., misalnya, menyatakan sales volume kartu kredit hingga bulan kelima tahun ini masih mampu tumbuh dua digit.

Menurut Corporate Secretary PT Bank Central Asia Tbk. Jan Hendra, performa bisnis kartu kredit tersebut sudah sesuai ekspektasi.

“Hingga Mei sales volume kartu kredit sekitar Rp32 triliun atau naik 13%. Ini masih sesuai dengan target kami,” kata Jan Hendra kepada Bisnis.

Dia mengatakan untuk semester kedua nanti bisnis kartu kredit masih memiliki peluang untuk lebih moncer. Apalagi dengan adanya sejumlah momentum yang dapat dimaksimalkan untuk mendorong transaksi kartu kredit.

“Untuk bisnis kartu kredit, beberapa momen terjadinya kenaikan di semester II biasanya terjadi pada saat musim libur anak sekolah dan menjelang libur akhir tahun,” katanya.

Head of Consumer Card Credit & Services Group BCA menambahkan, perseroan membidik transaksi kartu kredit bisa mencapai Rp75 triliun dengan pertumbuhan 7,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga akhir 2019.

"Akhir tahun biasanya kami lebih ngebut, karena transaksi terbesar ada di akhir tahun, didorong sektor travel," katanya, Selasa (9/7/2019).

Hingga Mei 2019, kartu kredit yang sudah didistribusikan perseroan mencapai 3,7 juta keping kartu dengan kartu yang aktif sekitar 80%.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. menyatakan transaksi kartu kredit mengalami pertumbuhan sekitar 8%-10% yoy hingga paruh tahun 2019 ini.

"Saat ini sales dan transaksi kartu kredit tumbuh 8%-10% respectively," kata Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan kepada Bisnis, Senin (8/7/2019).

Lani menyampaikan capaian tersebut hampir mendekati target yang ditetapkan. Meskipun begitu, pihaknya optimis bisa mengejar pertumbuhan di semester II/2019.

Adapun, CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan kartu kredit sebesar 10% menjadi Rp9,46 triliun, lebih besar dibandingkan realisasi kenaikan tahun lalu, yaitu sebesar 5,5% yoy.

Perseroan mencatat jumlah kartu kredit yang beredar sebanyak 2,55 juta keping atau naik 0,3% yoy. Namun, pangsa pasar perusahaan naik dari 14,6% per Maret 2018, menjadi 14,9% per Maret 2019.

Di lain pihak, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk. juga menyatakan hal senada. Menurut Sharia Banking Director CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara, perkembangan portofolio pembiayaan kartu di perseroan mencapai Rp700 miliar per Juni 2019. Adapun, jumlah pemegang kartunya berkisar 350.000 orang.

“Alhamdulillah sampai dengan Juni 2019 untuk bisnis Syariah Card masih on track sesuai target. Tren bisnis syariah card untuk semester I/2019 so far untuk CIMB Niaga Syariah dari sisi volume transaksi naik dibandingkan 2018,” katanya.

Salah satu kontributor pengerek volume transaksi syariah card tersebut yakni adanya produk baru yang diluncurkan akhir tahun lalu yakni Syariah Platinum Card.

Walau begitu, Pandji mengakui di samping kenaikan transaksi tersebut, bisnis kartu kredit mengalami penurunan dari sisi akuisisi nasabah baru, kendati dia tidak memerinci detail penurunannya.

“Untuk akuisisi nasabah baru di semester ini memang turun dibandingkan tahun 2018. Hal ini karena kami menerapkan perbaikan di sisi selection customer untuk mendapatkan kualitas bisnis yang lebih baik. Untuk semester II/2019 nanti kami targetkan ada kenaikan [akuisisi nasabah baru].”

Di samping itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk. mencatatkan transaksi kartu kredit sebesar Rp19 triliun atau naik 6% secara tahunan (year on year/yoy) menutup semester I/2019.

General Manager Divisi Bisnis Kartu PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Okky Rushartomo Budiprabowo menyampaikan transaksi hingga Juni 2019 sudah hampir separuh target. Pihaknya optimis target yang dibidik sebesar Rp40 triliun hingga akhir tahun bisa tercapai.

Okky memproyeksikan transaksi pada semester II/2019 akan tumbuh lebih kencang karena secara musiman, akan ada banyak event dan peak season pada akhir tahun yang mampu mendorong transaksi kartu kredit.

"Semester II ini secara seasonal memang biasanya lebih besar karena ada banyak event seperti travel fair dan Harbolnas [Hari Belanja Online Nasional] dengan jumlah e-commerce yang lumayan banyak," katanya.

Okky memperkirakan transaksi kartu kredit melalui e-commerce tahun ini akan memberikan kontribusi yang cukup besar dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 35%-40%.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat terjadinya lonjakan bisnis kartu kredit menutup kuartal II/2019 ini.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan pertumbuhan transaksi kartu kredit BRI naik 32% yoy, bahkan melebihi dari target di semester I/2019 ini.

Perseroan akan tetap agresif menggenjot bisnis kartu kredit hingga akhit tahun, setelah tumbuh lebih dari 25% pada 2018. Tahun ini, perseroan membidik persentase pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 50%.

Penopang terbesar dalam transaksi kartu kredit perseroan berasal dari penggunaan belanja di sektor travel dan Leisure (pelesir), F&B, serta transaksi e-commerce.

Selain itu, Direktur Distribution & Network PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dasuki Amsir mengatakan target bisnis kartu kredit perseroan secara propersional tercapai pada kuartal II/2019.

Dasuki mengutarakan, perseroan membidik pertumbuhan 4% yoy pada semester I/2019. Sementara, target pertumbuhan sampai akhir tahun dipatok sebesar 6% yoy.

"Saat ini kartu kredit BTN merupakan kartu co-branding yang bekerja sama dengan Bank Mandiri. Rata-rata pertumbuhan jumlah transaksi kartu kredit saat ini sebesar 4%," katanya.

Dasuki menambahkan penggunaan kartu kredit terbesar adalah untuk pembelanjaan ritel dan juga untuk pembelanjaan kebutuhan yang berhubungan dengan perumahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kartu kredit

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top