Profesi Agen Asuransi Masih Potensial

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan saat ini jumlah agen asuransi jiwa mencapai kisaran 595.000 orang atau 0,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  10:37 WIB
Profesi Agen Asuransi Masih Potensial
Ketua Dewan PengawasAsosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (kiri) danKetua PanitiaTop Agen Awards (TAA)2019 Arjanti Efrin di sela-sela pembukaan rangkaian kegiatan TAA 2019, di Solo, Kamis (8/8/2019) - Bisnis/Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, SOLO – Profesi tenaga pemasar atau agen di industri asuransi jiwa diyakini masih memiliki peluang sangat besar mengingat jumlah penduduk di Indonesia mencapai ratusan juta.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan saat ini jumlah agen asuransi jiwa mencapai kisaran 595.000 orang.

Jumlah itu, jelasnya, baru mencapai 0,22 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa.

Di sisi lain, Budi mengatakan jumlah tertanggung atau nasabah individual di industri asuransi jiwa baru mencapai 17,4 juta jiwa atau mencapai 6,5 persen dari jumlah penduduk.

“Kita bisa lihat bersama, masih banyak potensi untuk menjadi agen asuransi jiwa, dan peluang pengembangan pasar yang masih sangat luas,” ujarnya di sela-sela malam puncak Top Agen Awards (TAA) AAJI 2019, di Solo, Jumat (9/8/2019).

Selain itu, Budi mengatakan hingga saat ini Pulau Jawa masih menjadi pusat bisnis asuransi jiwa. Kondisi itu tidak dapat dipungkiri dengan menimbang fakta bahwa tingkat populasi dan pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

Namun, Dia mengatakan AAJI optimistis optimistis dengan program pemerataan ekonomi yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah, yang akan memicu pertumbuhan agen dan pasar asuransi jiwa di berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

“Dengan penetrasi yang rendah, memicu seluruh insan pelaku asuransi jiwa terus meningkatkan kinerja yang salah satunya melalui terus meningkatkan jumlah tenaga pemasar, sebagai garda terdepan dalam memasarkan produk-produk asuransi jiwa,” ujarnya.

Seperti diketahui, AAJI menyelenggarakan TAA 2019 atau yang ke-32 di Solo dan terbagi menjadi 3 kegiatan yang berlangsung pada 8-9 Agustus 2019.

Ketua Panitia TAA 2019 Arjanti Efrin mengatakan pada 8 Agustus, pihaknya melaksanakan program tanggung jawab sosial industri (Industri Social Responsibility), yakni berupa pemberian sembako dan cek kesehatan bagi tukang becak, khususnya di daerah Solo, serta perbaikan & revitalisasi taman di salah satu area Stadion Manahan Solo.

Dalam waktu bersamaan di lapangan De Tjolomadoe, Karanganyar, kata Arjanti pihaknya melaksanakan acara 'Pasar Rakyat' selama sehari penuh.

“Ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui promosi stand-stand perusahaan asuransi jiwa. Acara kemeriahan lainnya melalui permainan game, kuliner, lomba band dan modern dance antar pelajar dengan puncak acaranya yang dimeriahkan oleh artis dan band ibukota.”

Pada hari yang sama, Arjanti mengatakan pihaknya juga menyelenggarakan program motivasi dgen dengan konsep convention. “Melalui program ini para peserta otomatis akan mendapat kredit 1 (satu) point, sebagai pilihan efektif di dalam program CPD (Continuous Professional Development) AAJI, yang dilaksanakan tanggal 8 Agustus, di Hall de Tjolomadoe – Karanganyar," ujarnya.

Kegiatan puncak Top agent Award (TAA) 2019 diakhiri dengan acara Penghargaan para agen Asuransi Jiwa Terbaik Melalui Awards Night, pada 9 Agustus 2019 dengan mengusung konsep 'Gemerlap Bintang Nusantara'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi jiwa, agen asuransi jiwa, Top Agen Asuransi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top