Pacu Pembiayaan UMKM, Restock Peroleh Investasi Rp200 Miliar

Cerita Investasi Amanah Pte. Ltd. (CIA) dan PT Media Kapital Nusantara (MKN) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan rencana total investasi sebesar Rp200 miliar pada Rabu (28/8/2019).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  21:54 WIB
Pacu Pembiayaan UMKM, Restock Peroleh Investasi Rp200 Miliar
Direktur Cerita Investasi Amanah Muhammad Farid Andika (kiri) bersama President Direktor Media Kapital Nusantara Eldin Rizal Nasution menunjukan nota perjanjian kerja sama investasi senilai Rp200 miliar, Rabu (28/8 - 2019).

Bisnis.com, SEMARANG — Cerita Investasi Amanah Pte. Ltd. (CIA) dan PT Media Kapital Nusantara (MKN) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan rencana total investasi sebesar Rp200 miliar pada Rabu (28/8/2019).

Investasi tersebut digunakan untuk suntikan dana ke Restock, entitas usaha CIA, untuk menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.

CIA adalah sebuah perusahaan investasi yang dimiliki oleh sekelompok anak muda Indonesia yang berpengalaman di industri keuangan dan fesyen ritel. Perusahaan memiliki saham mayoritas di PT Cerita Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan yang menyediakan platform Peer to Peer (P2P) lending bernama Restock.

Melalui platform Restock.id, perusahaan memberikan pinjaman produktif kepada UMKM melalui model bisnis pendanaan berbasis persediaan barang jadi. Restock telah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Edaran tertanggal 7 Agustus 2019.

CEO sekaligus Founder Restock Muhammad Farid Andika mengatakan, banyak UMKM kreatif di industri ritel dan e-commerce yang berpotensi tinggi untuk mengembangkan produk dan industri dalam negeri. Namun, mereka memiliki kesulitan dalam mendapatkan akses pendanaan melalui lembaga keuangan.

UMKM tersebut belum memenuhi kriteria pemberian kredit dan keterbatasan aset. Oleh karena itu, Restock mengembangkan sebuah model bisnis untuk membantu UMKM dalam memanfaatkan persediaan barang jadi mereka sebagai jaminan untuk pendanaan usaha.

“Founder dan tim kerja kami terdiri dari generasi milenial, yang mendirikan Restock sebagai jawaban untuk membantu pendanaan UMKM kreatif, terutama bagi generasi milenial,” paparnya dalam siaran pers, Rabu (28/8/2019).

Dengan menggunakan kemajuan sistem teknologi dan informasi, serta tim yang memiliki dasar ilmu perbankan, Restock berusaha untuk melakukan disrupsi dalam industri pendanaan UMKM.

Sistem penilaian kredit yang dilakukan dapat menekan risiko kredit UMKM dengan aset terbatas, sehingga bisa mendapatkan akses kepada pendanaan di luar bank.

Penilaian kredit itu dititikberatkan ke dalam data perputaran barang yang disimpan di dalam gudang dan pusat pengiriman untuk usaha e-commerce. Dengan data tersebut, Restock dapat melakukan penilaian yang obyektif terhadap nilai barang yang dimiliki UMKM tersebut.

Restock bekerjasama dengan pelaku usaha lainnya di ekosistem e-commerce seperti payment gateway dan warehouse provider, sehingga dapat melakukan pengamanan yang lebih menyeluruh dengan menjaga sistem pembayaran, pergudangan, dan pengiriman barang.

Sementara itu, MKN berharap dapat mendukung visi Restock untuk dapat berkontribusi pada inklusi keuangan dalam negeri. Penyaluran dana investasi juga bermanfaat sebagai pinjaman produktif kepada UMKM.
 
“Kami yakin dalam kerjasama MKN dan CIA ini, dapat memberikan kesempatan bagi investor kami untuk turut serta dalam membantu pengembangan UMKM kreatif,” papar CEO & Founder MKN Eldin Rizal Nasution.

Komisaris & Founder MKN Media Nazar menyampaikan, kerja sama antara MKN dan CIA diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan konstribusi yang positif terhadap perkembangan industri kreatif di Indonesia.

PT Media Kapital Nusantara sendiri adalah perusahaan yang fokus dalam bidang konsultan manajemen pada sektor-sektor strategis untuk kebutuhan masyarakat dan industri kreatif. Selain itu, MKN juga memberikan jasa konsultasi untuk restrukturisasi bisnis, Pre-IPO, serta merger & akuisisi (M&A).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top