BPD Genjot Kredit Konsumer untuk Kejar Target

Bank pemba­ngunan daerah (BPD) optimistis dapat mencapai target penyaluran kredit konsumsi kendati segmen tersebut tengah mengalami perlambatan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 September 2019  |  20:12 WIB
BPD Genjot Kredit Konsumer untuk Kejar Target
Ilustrasi - asbanda.com

Bisnis.com, JAKARTA — Bank pemba­ngunan daerah (BPD) optimistis dapat mencapai target penyaluran kredit konsumsi kendati segmen tersebut tengah mengalami perlambatan.

Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) Hanawijaya mengatakan, hingga akhir Agustus 2019, realisasi kredit perseroan telah mencapai 95% dari target penyaluran kredit konsumsi pada akhir 2019.

“Kredit konsumer Bank Jateng telah mencapai 95% dari target, diproyeksikan akan bisa tercapai sesuai rencana yang telah ditargetkan,” katanya kepada Bisnis, pekan ini.

Perseroan mencatat penyaluran kredit kosumsi mencapai Rp29,87 triliun atau tumbuh 3,94% secara tahunan per Agustus 2019. Adapun, Bank Jateng mengincar penyaluran kredit konsumsi sebesar Rp31,59 triliun atau tumbuh 5,49% secara tahunan hingga akhir 2019.

Hingga Agustus 2019, Hana menyampaikan, penopang kredit konsumsi dari segmen multiguna, meskipun pertumbuhan tidak tinggi, yakni sebesar 3,56% (year- on-year/yoy) menjadi Rp28,44 triliun.

Sementara itu, BPD Sulawesi Selatan dan Barat atau Bank Sulselbar menyatakan, realisasi penyaluran kredit konsumsi telah mencapai 99,52% dari total target tahun ini.

Pemimpin Grup Kredit Bank Sulselbar Yulis Suandi mengatakan, pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pada kredit pemilikan rumah (KPR) dan multiguna.

Total portofolio kredit konsumsi yang disalurkan perseroan hingga Agustus 2019 tercatat Rp13,3 triliun, tumbuh 11,71% yoy.
KPR mengalami pertumbuhan signifikan, yaitu sebesar 262,35% yang dipicu oleh KPR subsidi. Selain itu, perseroan mencatat penyaluran kredit multiguna tumbuh 95,33%.

“Pada segmen kredit pemilikan mobil [KPM] tercatat tidak mengalami kenaikan atau stagnan,” tutur Yulis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpd

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top