Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Berpeluang Pangkas Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Lending facility rate dan deposit facility rate juga berpotensi diturunkan sebesar 25 bps.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 18 September 2019  |  14:58 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto memprediksi Bank Indonesia (BI) berpeluang kembali menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

Lending facility rate dan deposit facility rate juga berpotensi diturunkan sebesar 25 bps.

"Hal ini mempertimbangkan ekspektasi inflasi yang rendah [3,3% FY] dan arah gerakan suku bunga acuan di sejumlah negara yang menurun bahkan ada yang negatif, termasuk penurunan GWM [giro wajib minimum] dan kebijakan quantitative easing," ujar Ryan, Rabu (18/9/2019).

Langkah penurunan BI7DRRR, lending facility rate, dan deposit facility rate diperlukan dalam rangka memberikan stimulan bagi perbankan untuk meningkatkan ekspansi kredit seiring dengan melonggarnya likuiditas bank.

"Kalaupun RDG [rapat dewan gubernur] BI belum akan menurunkan BI rate di RDG besok, maka terbuka peluang RDG BI untuk mengeluarkan kebijakan makroprudensial untuk membantu melonggarkan likuiditas bank," ujar Ryan.

Kebijakan makroprudensial yang bisa diterapkan antara lain merelaksasi ketentuan GWM serta merelaksasi aturan tentang RIM yang menstimulasi suku bunga simpanan bergerak turun.

Ryan berpendapat bahwa BI bisa memilih antara menurunkan BI7DRRR atau relaksasi dua kebijakan makroprudensial sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Ryan menilai masih cukup sulit bagi BI untuk menurunkan BI7DRRR sekaligus melonggarkan GWM dan RIM. Hal ini mengingat bahwa keputusan BI dalam RDG masih dibayangi faktor eksternal seperti perang dagang, Brexit, hingga faktor geopolitik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga acuan
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top