Kejar Efisiensi, Bank Mandiri Maksimalkan Peran Agen

Bank Mandiri terus memacu sebaran jumlah dan pertumbuhan transaksi melalui agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 September 2019  |  19:50 WIB
Kejar Efisiensi, Bank Mandiri Maksimalkan Peran Agen
Nasabah melakukan transaksi di salah satu cabang Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (31/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Mandiri terus memacu sebaran jumlah dan pertumbuhan transaksi melalui agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai.

SVP Micro Development & Agent Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Zedo Faly mengatakan jumlah agen Mandiri terus mengalami peningkatan. Total agen Mandiri per Agustus 2019 telah mencapai 71.648 agen dan yang menggunakan EDC sebanyak 28.630 agen.

Jumlah transaksi melalui agen Mandiri mencapai Rp1,39 tiliun per Agustus 2019 dan layanan tersebut memberikan kontribusi pada pendapatan komisi (fee based income/FBI) perseroan sebesar Rp6,7 miliar

"Tren transaksi melalui Agen Mandiri bulan demi bulan selalu meningkat dengan rata-rata peningkatan berkisar 10 persen-20 persen setiap bulannya," katanya kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Perseroan pun akan terus memacu pertumbuhan transaksi dan persebaran agen Mandiri. Salah satu strategi yang akan dilakukan yaitu dengan mengenalkan lebih luas agen Mandiri di masyarakat, baik dari sisi keberadaan maupun layanan.

Selain itu, Bank Mandiri juga akan lebih memaksimalkan peran kantor cabang di sekitar agen untuk menggerakkan pasar dan sebagai pendamping agen.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Retail Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Donsuwan Simatupang mengatakan perseroan akan lebih memaksimalkan peran agen bank sekaligus sebagai bentuk efisiensi.

Pasalnya, menurut Donsuwan, investasi untuk menyediakan mesin ATM jauh lebih besar dibandingkan dengan merekrut agen bank, sehingga ke depan diharapkan agen bank dapat menggantikan peran mesin ATM.

"Karena investasi ATM kan lebih mahal dari agen bank. Gadget itu paling Rp3 juta, sementara ATM itu harus dilengkapin dengan AC, tempat, untuk agen kan tidak perlu disiapkan," katanya, baru-baru ini.

Donsuwan mengatakan, hampir semua fitur mesin ATM ada pada agen bank, termasuk menyetor dan mengambil uang.

Ke depan juga, perseroan akan menambah fitur bisnis lainnya seperti billing payment dan transfer melalui agen. Selain itu, layanan kredit juga dapat dilakukan melalui agen dengan sistem referall ke kantor cabang terdekat.

Hingga saat ini, Bank Mandiri telah memiliki sekitar 14.000 agen, termasuk di dalamnya agen Laku Pandai. Perseroan menargetkan jumlah agen bank dapat mencapai 25.000 agen hingga akhir tahun 2019.

Donsuwan menerangkan tidak ada kendala dalam perekrutan agen. Perseroan memilih agen dari eksisting customer.

"Kalau [nasabah] di UMKM itu kan sudah ada satu juta, jadi 25.000 kecil sekali. Jadi tinggal kita pilih mana yang profilnya cocok menjadi agen bank," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, laku pandai

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top