BMRI dan Kepolisian RI Rilis Smart SIM

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Bank pelat merah lain memperkuat kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 September 2019  |  12:56 WIB
BMRI dan Kepolisian RI Rilis Smart SIM
Polisi menunjukkan kartu Smart SIM (Surat Izin Mengemudi) di Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) dan gerai SIM di Kabupaten Bekasi, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). Kartu Smart SIM berfungsi sebagai alat pembayaran e-tilang, jalan tol dan transportasi umum dengan saldo maksimal Rp 2 juta - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Bank pelat merah lain memperkuat kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kali ini, Bank Mandiri mendukung Kepolisian RI menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) pintar multi fungsi (Smart SIM), yang memadukan fungsi forensik kepolisian, pelanggaran lalu lintas dan uang elektronik.

Peluncuran inovasi berbasis teknologi digital ini dilakukan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI Irjen Pol. Refdi Andri yang didampingi SVP Government & Institutional Bank Mandiri Teddy Y Danas dan senior management Bank Himbara lainnya saat peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 di Jakarta, Minggu (22/9).

Smart SIM ini dilengkapi dengan chip yang akan menyimpan seluruh data identitas pemegang SIM secara detil, termasuk rekam jejak pelanggaran (traffic attitude record) serta transaksi pembayaran uang elektronik.

Dalam implementasinya, Smart SIM ini baru akan dapat memiliki fitur uang elektronik setelah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia, sehingga dapat digunakan untuk pembayaran toll, parkir, MRT, KRL Commuter line, dan lainnya.

Menurut Teddy, perseroan menyambut baik inovasi terkini Korlantas Polri karena hal ini akan semakin memudahkan pemegang SIM dalam melakukan pembayaran tilang serta meningkatkan penetrasi uang elektronik di masyarakat.

“Dalam kerjasama ini, kami lebih memfokuskan pada kehandalan kartu dan jumlah merchant yang bisa diakses sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat Smart SIM secara optimal,” katanya melalui siaran pers, Minggu (22/9).

Teddy memastikan perseroan selalu siap mendukung Kepolisian RI dalam berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya di satuan Korlantas. Prinsipnya, Smart SIM ini akan mengurangi jumlah kartu yang dibawa dalam dompet pengemudi.

Penambahan fungsi dan fitur pada Smart SIM bertujuan untuk memberikan nilai tambah dan efektifitas bagi Polri dimana Smart SIM dapat memudahkan para anggota Polri, khususnya Korlantas, dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban bagi masyarakat.

Tak hanya itu, dengan adanya penampahan fitur dan fungsi yang ada pada Smart SIM, pemegang kartu juga akan merasa lebih nyaman, aman, dan dimudahkan.

Teddy menambahkan, Pemegang Smart SIM dapat melakukan pengisian (top-up) dana pada kartu melalui ATM, kantor cabang, serta ribuan merchant retail (Indomaret, Alfamart, Alfamidi). Top-up juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi e-money isi ulang atau Mandiri Online yang ada di telepon pintar yang memiliki fitur NFC

Nantinya, Smart SIM yang memiliki fungsi sebagai Mandiri E-money ini akan dapat ditransaksikan di lebih dari 62 ribu outlet, antara lain 32 ruas tol, parkir, bus (Transjakarta, Trans Jogja dan Batik Solo Trans), Kereta (RaiLink Medan dan KCJ), parkir (Quality Parking, Secure Parking dan Parkir Stasiun Reska dan Terminal Parkir Elektronik di Jalan Sabang, Kelapa Gading dan Falatehan).

Juga sejumlah merchant retail (Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Lawson, Lion Superindo, Circle-K, Hypermart, Family Mart, Mini Mart, Pepito, Coco Mart, Nirmala Mart dan Hardys Retail), SPBU Pertamina, Restaurant Fast Food (Solaria, Es Teler 77 dan Holland Bakery), dan Arena Rekreasi (Medan Fantasi, Hawaii Waterpark Malang, Waterboom Cikarang, Water Kingdom, Sari Ater dan Amazone).

Sementara itu, per Agutus Bank Mandiri telah menerbitkan 19 juta kartu Mandiri e-money dengan frekuensi transaksi hampir mencapai 775 juta pada Januari-Agustus 2019 senilai total Rp10,85 triliun di mana penggunaan terbesar adalah pada sektor transportasi, terutama untuk pembayaran tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sim

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top