OJK Masih Optimistis Target Pertumbuhan Kredit Bakal Tercapai

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan bahwa per Agustus 2019 pertumbuhan eoonomi dunia kan melambat. Sedikit banyak hal itu berimbas terhada kegiatan bisnis.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 September 2019  |  15:54 WIB
OJK Masih Optimistis Target Pertumbuhan Kredit Bakal Tercapai
Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Fungsi intermediasi bank tumbuh 8,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Agustus 2019, melambat dibandingkan bulan sebelumnya, 9,58 persen yoy.

Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih optimistis target pertumbuhan pada rentang 10 persen hingga 12 persen masih bisa tercapai.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan bahwa per Agustus 2019 pertumbuhan eoonomi dunia kan melambat. Sedikit banyak hal itu berimbas terhada kegiatan bisnis.

“[Target pertumbuhan 10 persen-12 persen yoy] diharapkan masih bisa tercapai,” katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Kepercayaan diri tersebut muncul karena sejumlah pertumbuhan sektor konstruksi dan perikanan masih tumbuh menguat. Pada saat yang sama, pelaku usaha yang menyerap kredit terbesar, atau perdagangan dan manufaktur sedikit melambat.

Berdasarkan Rapat Dewan Komisioner Ojk capaian Agustus masih didorong oleh kredit investasi. Pembiayaan bertenor panjang tersebut naik 12,72 persen yoy, juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kendati demikian OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga di tengah masih tingginya ketidakpastian perekonomian global. Menurut otoritas sektor jasa keuangan domestik masih membukukan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan intermediasi yang stabil.

OJK akan senantiasa memantau dinamika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi dampak kondisi yang unfavourable terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik terutama terkait dengan profil risiko likuiditas dan risiko kredit. 

OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi, menjaga kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Adapun kredit perbankan terakhir tumbuh dua digit pada Juni 2019, yakni naik 11,05 persen. Kala itu kredit investasi naik 15,70 persen yoy, yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Setelahnya, kinerja penyaluran dana mulai melabat. Otoritas mencatat portofolio kredit bank naik 9,58 persen yoy. Kredit investasi masih menjadi tumpuan dengan pertumbuhan 13,75 persen yoy.

Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tercatat tumbuh positif di bulan Juli 2019. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 9,58 persen yoy, dengan kredit investasi yang masih tetap tumbuh double digit di level 13,75 persen yoy. Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan walaupun masih mengalami moderasi tetap tumbuh di level 3,8 persen yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit, perbankan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top