Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank di Bawah Tekanan Korporasi

Pelaku industri perbankan dianjurkan meningkatkan kewaspadaan di tengah ketidakpastian global yang berpotensi membuat risiko gagal bayar korporasi semakin tinggi.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  20:17 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri perbankan dianjurkan meningkatkan kewaspadaan di tengah ketidakpastian global yang berpotensi membuat risiko gagal bayar korporasi semakin tinggi.

Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang menyampaikan kondisi korporasi di Tanah Air yang sedang dalam tekanan dapat berdampak buruk pada kualitas portofolio kredit perbankan.

Menurutnya, pelaku industri perbankan perlu mempertimbangkan penerapan strategi restrukturisasi dini guna menjaga kualitas kredit.

"Restrukturisasi memang bukan pilihan yang mudah, karena harus memenuhi persyaratan OJK [Otoritas Jasa Keuangan]. Namun bila alasan yang kuat, maka hal itu perlu," katanya kepada Bisnis, Rabu (2/10/2019).

Sebagai informasi, Moody’s Investors Service melaporkan data mengenai adanya risiko gagal bayar dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berutang di perbankan.

Salah satu faktor penyebabnya adalah penurunan kinerja perusahaan dalam meraih keuntungan di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan Moody’s juga mencatat Indonesia dan India merupakan dua negara di kawasan Asia Pasifik yang memiliki risiko gagal bayar tertinggi. Hasil tersebut didapat dari tes tekanan dengan menggunakan asumsi penurunan 25% laba sebelum bunga dan pajak (EBITDA).

Meskipun demikian, Lando memuji langkah proaktif pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan korporasi, yang mampu membuat geliat usaha lebih baik.

"Pemerintah sedang dan terus membangun bauran kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil agar bisnis lebih cepat. Ada insentif pajak, relaksasi suku bunga, dan pengurangan birokrasi dan hambatan perizinan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit npl
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top