Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hingga Akhir Tahun, Suku Bunga Acuan Diperkirakan Tak Berubah

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyatakan keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 5,00%, juga menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75% sudah sesuai dengan perkiraan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 November 2019  |  17:37 WIB
Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, 17 Januari 2019. - REUTERS/Willy Kurniawan
Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, 17 Januari 2019. - REUTERS/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diprediksi menahan suku bunga acuan pada level 5,00% sampai akhir tahun.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyatakan keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 5,00%, juga menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75% sudah sesuai dengan perkiraan.

Meski demikian, untuk menjaga ketersediaan likuiditas, menurut Wisnu, Bank Indonesia sudah tepat memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah atau Unit Usaha Syariah sebesar 50 basis poin, sehingga masing-masing menjadi 5,5% dan 4,0%, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

“Pemangku kebijakan moneter akan memonitor ekstra fungsi intermediasi perbankan, yang saat ini menghadapi permintaan kredit atau pinjaman yang masih lemah,” ujar Wisnu kepada Bisnis.com, Kamis (21/11/2019).

Wisnu memprakirakan dengan kondisi global yang tidak membaik, meskipun dari sisi domestik masih terjaga, perlu kembali dikaji ketersediaan ruang untuk pelonggaran kebijakan makroprudensial. Dia memprakirakan, sampai akhir tahun ini, suku bunga acuan masih akan bertahan pada kisaran 5,00%.

Sebelumnya, Head of Research LPEM FEB Universitas Indonesia Febrio N. Kacaribu mengatakan seiring dengan perlambatan daya beli, inflasi masih relatif terjaga di bawah 3,5%.

Selain itu defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menyempit jadi 2,7% dari PDB pada kuartal III/2019. Cadangan devisa juga membaik pada Oktober 2019 naik menjadi US$126,7 miliar dari yang sebelumnya US$124,3 miliar.

Febrio menyatakan, sejak Juli 2019 sudah empat kali Bank Indonesia memangkas suku bunga masing-masing 25 basis poin. Bank Indonesia juga sudah melonggarkan kebijakan makroprudensial berupa loan to value (LTV) untuk properti dan otomotif. Maka untuk melanjutkan momentum pertumbuhan dari sejumlah kondisi saat ini, Bank Indonesia diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga acuan
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top