Maksimalkan Pertumbuhan, Bank Syariah Diminta Lakukan Ini Tahun Depan

Guna menjaga pertumbuhan yang maksimal pada 2020 mendatang. Ada sejumlah tantangan yang dapat diatasi oleh perbankan syariah.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 30 November 2019  |  15:15 WIB
Maksimalkan Pertumbuhan, Bank Syariah Diminta Lakukan Ini Tahun Depan
Pelayanan di salah satu bank syariah. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Guna menjaga pertumbuhan yang maksimal pada 2020 mendatang. Ada sejumlah tantangan yang dapat diatasi oleh perbankan syariah.

Kinerja perbankan syariah Tanah Air sepanjang sembilan bulan ini masih tak luput dengan berbagai efek ekonomi dari domestik dan global.

Alhasil, meski mayoritas perbankan syariah bergantung pada segmen ritel tetapi kondisi korporasi besar yang tidak stabil pun tetap berdampak pada rentabilitas perbankan syariah.

Hasilnya, per kuartal III/2019 meski tak sedikit yang masih mampu menjadi penopang pertumbuhan induk usaha tetapi inkosinsistensi pertumbuhan secara kuartal mulai menjadi catatan.

Jika merujuk pada 9 laporan publikasi kuartal III/2019 bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS), empat di antaranya menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan laba dan tiga bank lainnya masih terus membukukan penurunan laba sejak kuartal I/2019.

Hanya dua bank yakni Bank BTPN Syariah dan UUS PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang masih konsisten membukukan peningkatan pertumbuhan laba sepanjang tahun hingga September 2019. 

Pengamat perbankan syariah Yulizar Djamaludin Sanrego mengatakan setidaknya ada tiga hal utama yang bisa diperhatikan.

Pertama secara individu, masing-masing bank syariah harus bisa keluar dari sekedar miroring produk yang ada di bank konvensional.

Artinya bank syariah harus berani mencoba berinovasi dalam rangka melayani masyarakat yang sejalan dengan value prepositions atau jati diri yang dimilikinya.

"Termasuk juga misalnya terlibat aktif dalam pengelolaan dana pemerintah pusat/daerah dan dana BUMN/BUMD maupun ikut aktif dalam memberikan fasilitas pembiayaan infrastruktur pemerintah dalam rangka pengarusutamaan ekonomi syariah," katanya kepada Bisnis, Sabtu (30/11/2019).

Kedua, terkait dengan poin pertama adalah kualitas SDM yang belum merata. Artinya, masih banyak ditemukan SDM yang masih dijajah oleh mind-set kovensional.

Bisa jadi, salah satu faktor stagnannya pangsa pasar perbankan syariah disebabkan oleh pemahaman masyarakat yg menyamakan bank syariah dan konvensional akibat dari poin ini.

Ketiga, bersama-sama dengan bank syariah yang lain melalui ASBISINDO atau dengan stakeholders yang lain melakukan marketing atau kampanye bersama tentang bank syariah atau terus mendengungkan kampanye halal life style.

Menurut Yulizar Mispersepsi masyarakat di lapangan, misalnya tentang kerumitan akad dan istilah serta berbiaya mahal perlu dijawab dengan bijak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan syariah, unit syariah

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top