Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asuransi Jiwasraya Tidak Mampu Bayar Klaim Jatuh Tempo Akhir 2019

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan tidak mampu membayar klaim jatuh tempo pada akhir tahun ini senilai Rp12,4 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 16 Desember 2019  |  13:23 WIB
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan tidak mampu membayar klaim jatuh tempo pada akhir tahun ini senilai Rp12,4 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dalam rapat dengar pendapat jajaran direksi perseroan dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (16/12/2019) di Gedung DPR, Jakarta.

Dia menjabarkan bahwa saat ini Jiwasraya masih mengalami tekanan likuiditas dan belum terjadi perbaikan kondisi. Manajemen Jiwasraya saat ini menurutnya terus mengupayakan perbaikan, salah satunya melalui pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra.

Menurut Hexana, pembentukan anak usaha merupakan upaya pencarian sumber dana paling memungkinkan dilakukan perseroan, tetapi belum dapat tuntas dalam akhir tahun ini karena masih berada dalam proses due diligence dengan delapan calon investor.

"Tentu itu tidak bisa [membayarkan klaim jatuh tempo akhir 2019], sumbernya [dana] dari corporate action. Makanya saya memohon maaf kepada seluruh nasabah, dari awal saya menyampaikan saya tidak bisa memastikan tanggalnya [pembayaran klaim] kapan karena ini semuanya dalam proses," ujar Hexana.

Berdasarkan dokumen keuangan Jiwasraya yang diperoleh Bisnis, perseroan memiliki kebutuhan likuiditas Rp16,13 triliun untuk membayar klaim jatuh tempo. Kewajiban tersebut terdiri dari Rp12,4 triliun untuk pembayaran klaim dalam kurun Oktober–Desember 2019 dan Rp3,7 triliun pada 2020.

Hexana menegaskan bahwa pihaknya bekomitmen tidak akan menunda pembayaran klaim saat perseroan mendapatkan masukan uang. Dia pun menjelaskan bahwa Jiwasraya telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pembayaran klaim secara bertahap karena keterbatasan kas.

"Intinya, kami tidak akan menunda pembayaran once deposite-nya ada, dari mana itu? Dari strategic partner. Kapan? Paling lambat by time table, target kuartal I 2020 sudah dilakukan deposit tahap pertama," ujar Hexana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top