Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CBC: Tak Perlu Panik Soal Jiwasraya, Saham Mahaka Beri Cuan Rp2,8 Miliar

Masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan hal lazim dalam dunia perasuransian sehingga tidak perlu menimbulkan kepanikan. Sementara itu, saham Mahama Media (ABBA) yang dibeli Jiwasraya hasilkan keuntungan Rp2,9 miliar.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Desember 2019  |  14:54 WIB
CBC: Tak Perlu Panik Soal Jiwasraya, Saham Mahaka Beri Cuan Rp2,8 Miliar
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan hal lazim dalam dunia perasuransian sehingga tidak perlu “digoreng” karena hanya akan menimbulkan kepanikan.

Demikian pendapat Presiden Direktur Centre for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (30/12/2019).

Dia menilai kepanikan semua pihak di akhir tahun ini terkait persoalan Jiwasraya bisa menjadi bola liar akibat pernyataan yang makin tidak jelas. Sejumlah pernyataan yang tidak bertanggung jawab juga muncul di berbagai media.

“Saya menyarankan agar seluruh pihak tidak saling menyalahkan. Tidak perlu menuding Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lamban dalam menjalankan pengawasan,” ujarnya.

Dia juga menyatakan investasi Jiwasraya di PT Mahaka Media Tbk (ABBA) adalah salah satu pemicu gagal bayar juga merupakan pendapat yang keliru.

"Justru sebaliknya, investasi Jiwasraya di ABBA menghasilkan cuan Rp2,8 miliar. karena menjual saham pada saat yang tepat," ungkapnya.

Investasi di saham Mahaka sempat menjadi sorotan karena pemilik perusahaan ini tak lain adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

Sampai 2017, lanjut Deni, Jiwasraya tetap solven dan tidak melanggar ketentuan tentang investasi. Dia mencontohkan ketentuan saham maksimal 10% dari total investasi per emiten. Demikian juga dengan reksadana maksimal 20% dari total investasi untuk setiap Manager Investasi

Deni menjelaskan sejumlah catatan Jiwasraya yang tidak perlu membuat panik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top