Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asuransi Kendaraan Siaga Bantu Klaim Akibat Banjir, Ini Syaratnya 

Banjir yang melanda Jabodetabek pada awal tahun 2020 ini membuat sejumalh perusahaan asuransi bersiaga untuk menyiapkan layanan klaimnya. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  01:43 WIB
Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /Sigid Kurniawan
Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Banjir yang melanda Jabodetabek pada awal tahun 2020 ini membuat sejumalh perusahaan asuransi bersiaga untuk menyiapkan layanan klaimnya. 

Salah satunya asuransi mobil yang dimiliki oleh Asuransi Astra, Garda Oto. Asuransi garda Oto memberikan pertanggungan asuransi termasuk kerusakan mobil akibat banjir. 

Rudy Chen, CEO Asuransi Astra mengatakan pada prinsipnya asuransi itu seperti memindahkan risiko, ketika mobil sudah diperluas dengan perlindungan banjir, berarti risiko atas kerusakan akibat banjir sudah dipindahkan ke perusahaan asuransi. 

“Akan diperbaiki sesuai dengan polis yang dimiliki pelanggan. Komitmen inilah yang menjadikan Asuransi Astra sebagai asuransi mobil terpercaya selama ini," ujarnya, dikutip dari siaran pers, Minggu (5/1/2020). 

Bagi pelanggan yang daerah rumah tinggalnya tidak mengalami banjir, ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan saat curah hujan sedang tinggi.

Sebisa mungkin, Anda tetap harus menghindari menerobos genangan air, sebab klaim asuransi kendaraan dapat gugur karena kesengajaan atau memaksa menerobos banjir. 

Utamakan keselamatan dalam berkendara, lebih baik hindari genangan tinggi yang hanya akan menimbulkan risiko semakin besar. 

Sementara itu, Julian Noor, Chief Executive Officer PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk. (Adira Insurance) mengatakan berkaitan dengan musibah kali ini, Adira Insurance memiliki produk yang dapat melindungi dari risiko banjir seperti asuransi kendaraan baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin).

Pelanggan dapat melakukan pengalihan risiko banjir ke pihak yang bersedia menanggung,dalam hal ini perusahaan asuransi kerugian dengan cara membeli jaminan perluasan banjir. Produk ini menjamin aset-aset pelanggan dari ancaman banjir.

“Namun perlu dicatat bahwa klaim akan berlaku bagi pemegang polis yang sudah memperluas jaminan risiko banjir. Tidak semua polis asuransi kendaraan dan properti diperluas dengan cover risiko banjir, sehingga hanya kendaraan dan properti yang diperluas risiko banjir yang dapat pergantian asuransi,” tuturnya. 

Klaim banjir dapat diterima jika pelanggan membeli perluasan jaminan yang diakibatkan oleh banjir. “Pelanggan harus memahami isi dari polis asuransi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berasuransi,” tambah Julian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi banjir
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top