Wow! Klaim Asuransi Saat Banjir Jabodetabek Mencapai Rp1,22 Triliun

Dari hasil kompilasi laporan asuransi harta benda serta asuransi kendaraan bermotor dengan perluasan risiko banjir di Jabodetabek, terdapat sebanyak 2.799 polis asuransi harta benda dengan nilai perkiraan klaim Rp1,08 triliun, sedangkan untuk asuransi kendaraan bermotor dengan perluasan sebanyak 3.335 polis dengan perkiraan klaim Rp147 miliar
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  18:43 WIB
Wow! Klaim Asuransi Saat Banjir Jabodetabek Mencapai Rp1,22 Triliun
Sejumlah anak bermain saat banjir di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Menurut warga banjir mulai merendam areal sekitar perumahan pada pukul 04.00 WIB. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah melakukan penghitungan sementara nilai klaim yang diajukan oleh peserta asuransi dari bencana banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek pada 1 Januari 2020 , yaitu sekitar Rp1,22 triliun.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe dalam keterangan resminya menyatakan data ini adalah hasil sementara yang merupakan kompilasi dari 40 perusahan asuransi umum yang telah melapor.

“Dari hasil kompilasi laporan asuransi harta benda serta asuransi kendaraan bermotor dengan perluasan risiko banjir di Jabodetabek, terdapat sebanyak 2.799 polis asuransi harta benda dengan nilai perkiraan klaim Rp1,08 triliun, sedangkan untuk asuransi kendaraan bermotor dengan perluasan sebanyak 3.335 polis dengan perkiraan klaim Rp147 miliar,” ujarnya Rabu (15/1/2020).

Dia merinci, klaim asuransi harta benda berupa rumah tinggal, properti komersial, properti industrial, dan lainnya di Jakarta senilai Rp406 miliar, dan Rp602 miliar untuk Bodetabek. Secara obyeknya, klaim terbesar dari properti komersial yaitu pabrik dan gudang mencapai Rp770,43 miliar untuk wilayah Jabodetabek.

Kemudian untuk asuransi kendaraan yang mengajukan klaim, tercatat paling banyak dari kendaraan jenis roda 4, dengan nilai klaim Rp147 miliar.

Dody menyatakan saat ini proses penanganan klaim masih berlangsung di perusahaan asuransi penerbit polis. Perusahaan asuransi diimbau untuk selalu mengedepankan profesionalitas dalam penangangan klaim tersebut hingga proses pembayaran klaim.

Sebelumnya Direktur Barang Milik Negara Kemenkeu Encep Sudarwan pihaknya telah mengajukan klaim asuransi barang milik negara yang terdampak banjir di wilayah Jakarta.

“Dari pertanggungan sekitar Rp50,9 miliar, kami perkirakan klaim yang diajukan dari bencana banjir Jakarta lalu sekitar Rp10 miliar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta, klaim asuransi

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top