Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Cetak Laba Rp15,38 Triliun Pada 2019

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp15,38 triliun menutup 2019.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  17:45 WIB
Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sedang menghitung uang pada Kamis (19/12/2019. - Istimewa
Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sedang menghitung uang pada Kamis (19/12/2019. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp15,38 triliun menutup 2019.

Capaian tersebut tumbuh 2,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), naik meningkat tipis jika dibandingkan dengan periode 2018 yang tumbuh 9,6 persen yoy.

Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan penyaluran kredit BNI yang tercatat tumbuh melambat pada 2019, yaitu naik 8,6 persen yoy menjadi Rp512,78 triliun, jauh dari proyeksi awal 11 persen-13 persen.

Perolehan laba bersih BNI ditopang tinggi oleh pendapatan non bunga atau fee based income/FBI yang tercatat sebesar Rp11,36 triliun atau tumbuh 18,1 persen yoy.

"Pertumbuhan FBI ini ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,7 persen yoy. Sekitar 27,4 persen dari FBI yang terhimpun, berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo, Rabu (22/1/2019).

Bimo memaparkan, kenaikan FBI dikontribusi oleh pertumbuhan pada segmen consumer banking, yaitu komisi dari pengelolaan kartu debit yang tumbuh 39,6 persen, pengelolaan rekening tumbuh 16,3 persen yoy, komisi ATM tumbuh 13,2 persen yoy, dan komisi bisnis kartu kredit tumbuh 10,6 persen yoy.

Di samping itu, FBI juga ditopang oleh aktivitas pada segmen business banking dari surat berharga yang tumbuh 86,9 persen yoy, kredit sindikasi tumbuh 56,8 persen yoy, serta komisi trade finance yang meningkat 4,8 persen yoy.

"Akumulasi NII dengan FBI tersebut di atas membawa BNI meraup laba operasional sebelum pencadangan [PPOP] pada akhir tahun 2019 sebesar Rp28,32 triliun atau tumbuh 5 persen yoy," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni laba bank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top