Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPS Buka Ruang Kembali Turunkan Bunga Penjaminan

Pelaksana tugas Kepala Eksekutif LPS Didi Madiyono mengatakan, peluang penurunan kembali bunga penjaminan terbuka pasca lembaganya melihat kecenderungan pergerakan suku bunga industri perbankan. Berdasarkan catatan LPS, angka suku bunga simpanan perbankan cenderung menurun sejak akhir 2019.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  17:56 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membuka ruang untuk kembali menurunkan suku bunga penjaminan di semester I/2020, meski mereka baru saja melakukan hal tersebut akhir pekan lalu.

Pelaksana tugas Kepala Eksekutif LPS Didi Madiyono mengatakan, peluang penurunan kembali bunga penjaminan terbuka pasca lembaganya melihat kecenderungan pergerakan suku bunga industri perbankan. Berdasarkan catatan LPS, angka suku bunga simpanan perbankan cenderung menurun sejak akhir 2019.

“Kami melihat ada ruang untuk LPS menurunkan suku bunga lagi di semester I tahun ini,” ujar Didi di Kantor LPS, Jakarta, Jumat (26/1).

Selain faktor tren suku bunga di pasar, LPS juga mencermati kemungkinan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menahan suku bunga hingga semester II/2020 atau bahkan akhir tahun.

Didi mengatakan, secara umum ada sinyalemen The Fed tak akan mengubah suku bunga pada semester I/2020. Jika hal ini terjadi, industri perbankan diprediksi akan kembali melanjutkan tren penurunan suku bunga simpanan.

“LPS kan follow the market. Nanti lihat apakah suku bunga bisa walau masih melambat apakah cukup turun lagi suku bunga penjaminan,” tuturnya.

Sebagai catatan, LPS baru saja menurunkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) sebesar 25 basis poin (bps). Penurunan ini berlaku mulai 25 Januari 2020 hingga 29 Mei 2020.

Dengan kebijakan tersebut maka bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum saat ini sebesar 6%. Kemudian, bunga penjaminan simpanan di BPR 8,5%, dan valas tetap pada angka 1,75%.

Berdasarkan data LPS, hingga 22 Januari tingkat rata-rata suku bunga deposito perbankan ada di angka 5,60%. Suku bunga deposito tertinggi mencapai 6,59%, dan terendah 4,60%.

LPS juga menyebut, dari hasil pengamatan pada 19 bank rujukan ada kenaikan rata-rata suku bunga simpanan valas sebesar 1 bps menjadi 1,06% pada 10 Desember 2019-22 Januari 2020. Hal ini membuat LPS tak menurunkan bunga penjaminan simpanan valas hingga Mei 2020.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lps
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top