Kredit Multiguna Multifinance Tembus Rp274,8 Triliun

Aset industri pembiayaan meningkat 13,14 persen pada 2019 menjadi Rp518,13 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  21:25 WIB
Kredit Multiguna Multifinance Tembus Rp274,8 Triliun
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno (kanan) memberikan paparan dalam konferensi pers Fidusia dan Penerapannya di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan mengucurkan kredit sebesar Rp452,2 triliun pada 2019.

Berdasarkan statistik perusahaan pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah tersebut meningkat 3,65 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan 2018 sebesar Rp436,2 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan bahwa industri pembiayaan dapat mempertahankan kinerja yang baik pada 2019. Selain itu perusahaan juga dapat menjaga kualitas pembiayaan yang diberikan.

"Faktor utama pendorong pertumbuhan pada 2019 itu kualitas pembiayaan yang membaik, regulasi pun kondusif dalam mendorong pertumbuhan [industri pembiayaan]," ujar Suwandi di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Dirinci dari data OJK, perusahaan pembiayaan menjadikan produk multiguna sebagai sumber bisnis terbesar. Tercatat produk ini lebih dari 50 persen bisnis. OJK mencatat pembiayaan multiguna mencapai Rp274,8 triliun atau naik 7,18 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp256,4 triliun.

Sementara itu penempatan pembiayaan dengan tujuan modal kerja menjadi Rp26,4 triliun. Jumlah ini tumbuh 10,1 persen (yoy) dari sebelumnya Rp24,03 triliun pada 2018.

Sedangkan selebihnya merupakan pembiayaan untuk tujuan investasi. Pembiayaan kategori ini tumbuh tipis 1,01% menjadi Rp134,8 triliun.

Demikian juga dengan kualitas kredit, otoritas mencatat terjadi perbaikan pengelolaan. Hingga akhir 2019 kredit bermasalah sebesar 2,4 persen, menurun dari tahun sebelumnya sebesar 2,71 persen.  Capaian kinerja ini maka aset industri pembiayaan meningkat 13,14 persen menjadi Rp518,13 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top