Virus Corona, Pembatalan Penerbangan Gerus Asuransi Perjalanan

Simas Insurtech memperkirakan terjadi penurunan penjualan asuransi perjalanan pada Februari ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:11 WIB
Virus Corona, Pembatalan Penerbangan Gerus Asuransi Perjalanan
Pramugari maskapai Wings Air menggunakan masker saat melayani penerbangan menuju Ranai, Natuna di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan virus corona telah menyebar mencapai Amerika Serikat hingga Australia. Keadaan ini membuat jumlah pelancong lintas kawasan memilih membatalkan perjalanan. Dampaknya, kinerja penjualan asuransi perjalanan terancam.

PT Asuransi Simas Insurtech memperkirakan dampak penyebaran virus Corona terhadap penjualan asuransi perjalanan akan terlihat pada Februari 2020. Presiden Direktur Simas Insurtech Teguh Aria Djana menjelaskan penyebaran virus corona mempengaruhi kinerja penjualan asuransi perjalanan seiring menurunnya jumlah perjalanan ke sejumlah negara.

"[pembatalan penerbangan] bisa berdampak kepada penurunan premi asuransi perjalanan, tapi itu nanti kita lihat ujung Januari ke Februari. Ini karena gejala virus Corona mencuat pada Januari sehingga dampaknya mungkin terlihat pada Februari," ujar Teguh kepada Bisnis, Selasa (4/2/2020).

Dia menjelaskan bahwa pada Januari 2020, Simas Insurtech mencatatkan premi asuransi perjalanan senilai Rp7,5 miliar atau meningkat 83,3 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,09 miliar. Meskipun begitu, Teguh mengantisipasi penurunan kinerja produk pada Februari.

"Kalau yang pertumbuhan Januari lebih disebabkan produk flight delay yang kami pasarkan via partner," ujarnya.

Meskipun menghadapi goncangan pada awal tahun, Simas Insurtech menargetkan penjualan asuransi perjalanan hingga Rp76 miliar. Jumlah tersebut meningkat 38,18 persen (yoy) dari realisasi premi asuransi perjalanan sepanjang 2019 senilai Rp55 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top