Intip Peluang Bisnis Asuransi di Jawa Timur, AAUI Jabarkan Sektor Potensial

Ibu Kota Negara baru di Penajam, Kalimantan Timur menjadi peluang bagi industri asuransi Jawa Timur untuk tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:12 WIB
Intip Peluang Bisnis Asuransi di Jawa Timur, AAUI Jabarkan Sektor Potensial
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Surabaya menjabarkan Jawa Timur akan menjadi wilayah yang diuntungkan dengan pindahnya ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Ketua AAUI Surabaya, Sugiyono menyebutkan kebutuhan bahan baku di Kalimantan Timur sebagian besar akan dipasok menggunakan Surabaya sebagai hub. Untuk itu, asuransi marine cargo sebagai pengelolaan risiko distribusi barang menjadi produk yang sangat dibutuhkan ke depannya.

Meski begitu, untuk saat ini premi asuransi umum dari wilayah Surabaya masih mengandalkan produk ritel. Segemen itu meliputi asuransi kendaraan bermotor serta asuransi properti.

“Sedangkan produk marine cargo, infrastruktur atau engineering masih belum besar preminya. Secara nasional sekitar Rp1 triliunan, paling di Jaa Timur sekian puluh miliar atau sekitar 10 persen,” kata Sugiyono di kantor AAUI Surabaya, Selasa (4/2/2020).

Lebih lanjut, Sugiyono menyebutkan segmen asuransi umum dari Jawa Timur masih didominasi dari bisnis dengan perusahaan. Sebanyak 70 persen bisnis yang dijalankan perusahaan asuransi di wilayah ini berasal dari segmen korporasi. Sedangkan metode pemasaran yang digunakan dapat secara langsung, broker, agen hingga kanal teknologi. Sedangkan 30 persen lainnya merupakan segmen ritel.

Sekretaris AAUI Surabaya, Faisal Ibrahim menambahkan pada 2019 kinerja asuransi umum relatif stagnan. Momen Pemilu 2019 membuat banyak perusahaan yang menahan diri untuk ekspansi usaha.

“Tapi tahun ini kami optimistis [tumbuh] karena banyak peluang, termasuk pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah, dan juga adanya regulasi soal asuransi barang milik pemerintah. Apabila ada bencana, recovery sudah tidak lewat APBN tetapi memakai pola asuransi,” jelasnya.

Wakil AAUI Surabaya, Jerimun menambahkan pemerintah juga sedang mendorong asuransi sektor pertanian, peternakan dan perikanan bagi nelayan dan petani yang saat ini mulai digarap oleh perusahaan asuransi BUMN.

“Sementara ini sektor agri masih penunjukan oleh pemerintah kepada BUMN, tetapi ke depan kalau berhasil skala yang dikembangkan, maka swasta akan dilibatkan,” katanya.

Berdasarkan data AAUI, premi asuransi umum secara nasional hingga kuartal III/2019 mencapai Rp57,9 triliun atau tumbuh 20,9% dibandingkan periode yang sama 2018. Pada periode tersebut juga tecatat klaim yang dibayarkan mencapai Rp25,8 triliun atau naik 28,8% dibandingkan kuartal III/2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi, asuransi umum

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top