Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaji Pensiun BP Jamsostek Kecil, Manajemen : Bukan untuk ASN

Aturan manfaat pensiun yang dijalankan oleh BP Jamsostek saat ini masih manfaat dasar yang akan ditambah ke depannya seiring perluasan program.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  19:56 WIB
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau  dikenal dengan BP Jamsostek menegaskan regulasi yang saat ini berlaku untuk dana pensiun yakni PP No.45/2015 ditujukan untuk pekerja swasta.

Deputi Direktur Kepatuhan dan Hukum BP Jamsostek Salkoni menyebutkan aturan ini menyesuaikan manfaat karena profil peserta saat ini yang hanya pekerja formal. Aturan ini belum ditujukan dengan mempertimbangkan kepesertaan TNI, Polri maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Soal arah PP [manfaat pensiun bagi ASN setelah peleburan] nanti, kami belum tahu seperti apa. Tergantung pemerintah,” kata Salkoni di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, sebagai operator BP Jamsostek akan patuh menjalankan semua regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Program manfaat pensiun yang dijalankan saat ini merupakan program sangat dasar sebagai langkah awal sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dapat berjalan.

“Jadi sementara kami tetap akan menjalankan [sebatas] program dasar ini," ujarnya.

Salkoni menjelaskan regulasi khusus program tabungan hari tua dan program pensiun bagi pegawai negeri sudah diatur dalam roadmap pengalihan program sebelum 2029. Roadmap yang dimaksud, dibuat oleh dua perusahaan terkait yaitu PT Asabri (Persero) serta PT Taspen (Persero) untuk kemudian diajukan kepada pemerintah.

Setelah itu, pihaknya menunggu pembahasan PP terkait oleh kementerian terkait untuk dasar peleburan.

Hari ini, Rabu (5/2/2020) sejumlah pensiunan ASN mengajukan uji materi UU BPJS kepada Mahkamah Kosntitusi. Para pensiunan ini khawatir manfaat yang saat ini mereka peroleh dari PT Taspen akan turun setelah dilebur menjadi BP Jamsostek paling lambat pada 2029. Saat ini Taspen memberikan manfaat gaji pensiun maksimal 75 persen dari gaji pokok terakhir. Sementara, BP Jamsostek untuk program yang sama memberikan manfaat maksimal 40 persen dari gaji pokok terakhir.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taspen bpjs ketenagakerjaan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top