Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Kartu Debit Diprediksi Melandai, Kenapa?

Bank dinilai cenderung mengambil langkah kolaborasi dibandingkan dengan berkompetisi dengan teknologi finansial.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  18:02 WIB
Karyawan minimarket menggesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC), di Jakarta, Selasa (5/9). Bank Indonesia melarang penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi. - ANTARA/Muhammad Adimaja
Karyawan minimarket menggesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC), di Jakarta, Selasa (5/9). Bank Indonesia melarang penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi. - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Transaksi perbankan menggunakan kartu debit dibayangi oleh tren penggunaan dompet digital yang semakin tinggi. Perbankan juga memilih berkolaborasi dengan financial technology dalam mengoptimalisasi pasar transaksi.

Asisten Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dendy Indramawan mengatakan transaksi kartu debit perbankan akan melandai secara alami, lantaran banyak tantangan dan tingginya kompetisi dalam pasar transaksi.

"Ke depannya akan melandai, kami lihat memang sudah mulai ada penurunan. Bank harus rela berbagi fee based, dan mencari sumber lain untuk optimalisasi bisnis ini," katanya, Senin (10/2/2020).

Dia menjelaskan teknologi finansial cukup gencar melakukan penetrasi di pasar tranksasi ini. Bahkan, mereka cukup berani memberi promo menarik hanya untuk memperbesar number of account.

Di luar itu, alat pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) membuat kemudahan bagi banyak pelaku tekfin untuk mengoptimalkan produknya.

"Lagi pula, sebagian tekfin juga cukup mahir menciptakan lingkungan pembiayaan yang cukup baik dan berguna membuat nasabahnya bertahan, dan mengalihkan transkasinya dari debit ke dompet digital," katanya.

Dalam menanggapi tren ini, Dendy menyebutkan bank juga tidak mengambil langkah mencolok untuk berkompetisi. Bank lebih cenderung mengambil langkah kolaborasi.

"Ini memang membuat pasar mereka tergerus, tetapi bank juga berharap inklusi keuangan meningkat sehingga pasar transaksi ini dapat meningkat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu debit
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top