Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Waqaf Mikro Berjalan Lambat, Ma`ruf: Jangan Hanya Tunggu Donasi

Ke depan, Ma`ruf meminta agar proses pendapatan modal untuk Bank Waqaf Mikro lebih diperkuat. Dia meminta lembaga keuangan mikro syariah itu tidak hanya menunggu donasi yang ada.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  22:38 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/2/2020) - Istimewa
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/2/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengakui perkembangan Bank Wakaf Mikro berjalan lambat. Kondisi ini dinilai akibat dana operasional lembaga keuangan itu masih bergantung pada donasi yang diberikan melalui Baznas.

Ke depan, Ma`ruf meminta agar proses pendapatan modal untuk Bank Waqaf Mikro lebih diperkuat. Dia meminta lembaga keuangan mikro syariah itu tidak hanya menunggu donasi yang ada.

“Bank Wakaf Mikro ini salah satu komitmen pemerintah untuk membangun, memberikan kemudahan berusaha melalui permodalan. Tidak hanya yang besar tapi juga melalui lembaga keuangan mikro, keuangan kecil. Dalam rangka mengembangkan usaha-usaha kecil, UMKM,” katanya melalui keterangan resminya saat kunjungan ke Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/2/2020).

“Memang selama ini Bank Wakaf Mikro ini jalannya agak pelan, karena menunggu bantuan, menunggu donasi. Ke depan akan kita dorong supaya tidak hanya menunggu donasi," imbaunya.

Terkait keberadaan BWM yang bertempat di pesantren-pesantren, Wapres menegaskan bahwa pesantren selain menjadi tempat untuk belajar agama, juga harus dapat menjadi tempat untuk penguatan ekonomi umat.

Dia menuturkan keberadaan BWM di pesantren agar kesan lembaga pendidikan agama tidak hanya mencetak kyai dan ulama. Akan tetapi turut serta dalam proses penguatan ekonomi umat. Upaya itu diperlukan untuk membantu pengentasan kemiskinan di kalangan umat.

Wapres meminta pesantren dapat menjadi motivator dan koordinator keterlibatan anak-anak pesantren dalam pengelolaan BWM. Karena generasi ini dinilai akan menjadi penerus gerakan ekonomi umat.

“Keterlibatan anak-anak pesantren di Bank Wakaf ini untuk mampu mengelola. Karena fiqihnya kan sudah diajarkan. Harus mempelajari bagaimana fiqih muamalah nya. Selama ini yang diajarkan dan dikembangkan hanya fiqih ibadahnya. Tapi bank muamalahnya kurang. Ini juga harus dikembangkan,” imbuhnya.

Bank Waqaf Mikro merupakan bagian dari upaya perluasan akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus meningkatkan motivasi kewirausahaan di lingkungan pesantren. Dengan memberikan akses pembiayaan ini, program Bank Wakaf Mikro dinilai turut mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Wakaf Mikro
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top