Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suku Bunga BI Turun, BCA Respon Positif

Penurunan suku bunga acuan dinilai merupakan langkah tepat saat ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  10:38 WIB
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. merespon positif penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan penurunan suku bunga merupakan langkah tepat yang dilakukan Bank Indonesia melihat kondisi ekonomi yang saat ini sedang melambat.

Namun, dia belum mau menjabarkan lebih lanjut respon selanjutnya atas penurunan suku bunga acuan tersebut. Soal kemungkinan akan menurunkan suku bunga kredit, Vera belum mau berkomentar banyak.

"Sebenarnya kredit bukan masalah price, tetapi lebih ke masalah demand," katanya, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, dalam penyaluran kredit selama ini BCA telah menyesuaikan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Suku bunga kredit kendaraan bermotor (KKB) BCA berada di kisaran 3,63 persen, sementara itu, kredit perumahan rakyat (KPR) sampai dengan 4,63 persen.

Nantinya, BCA akan melakukan penurunan suku bunga pada penawaran baru. Soal seberapa besar penurunan, akan diumumkan saat perayaan hari jadi ke-63 BCA.

"Kalau untuk kredit terutama, kredit yang korporasi juga sudah disesuaikan karena banyak benchmark dengan JIBOR [Jakarta Interbank Offered Rate]," katanya.

Adapun, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Januari 2020 memutuskan untuk memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,75 persen.

Suku bunga deposit sebesar 4,00 persen, dan suku bunga pinjaman sebesar 5,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang aman.

"Ini juga sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19," ungkap Perry Warjiyo dalam paparan hasil RDG BI, Kamis (20/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : Annisa Sulistyo Rini
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top