Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank NTB Syariah Raup Untung Rp163,25 Miliar Sepanjang 2019

Laba bersih yang diraih Bank NTB Syariah naik tinggi secara tahunan pada 2019. Kenaikan ini salah satunya didorong oleh pertumbuhan pendapatan penyaluran dana.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  09:11 WIB
Logo Bank NTB Syariah -  Istimewa
Logo Bank NTB Syariah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Bank NTB Syariah membukukan laba bersih senilai Rp163,25 miliar selama 2019.

Jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun sebelumnya, raihan tersebut naik 7,47 persen secara tahunan.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (5/3/2020) kenaikan laba bersih tersebut di antaranya didorong oleh pendapatan penyaluran dana yang naik 143,9 persen yoy dari Rp305,73 miliar menjadi Rp745,63 miliar. Di sisi lain, beban operasional perseoran juga ikut terkerek dari Rp169,93 miliar menjadi Rp441,91 miliar.

Aset Bank NTB Syariah tercatat naik 22,76 persen yoy menjadi Rp8,64 triliun. Kenaikan aset ini salah satunya terlihat dari pos pembiayaan bagi hasil yang senilai Rp2,86 triliun, naik tinggi dari posisi akhir 2018 senilai Rp521,11 miliar.

Namun, pada pos piutang mengalami koreksi dari Rp4,35 triliun menjadi Rp2,72 triliun. Dari sisi himpunan dana pihak ketiga, Bank NTB Syariah membukukan senilai Rp6,81 triliun, yang terdiri dari simpanan wadiah Rp142,85 miliar dan investasi non profit sharing senilai Rp6,67 triliun.

Nilai simpanan DPK tersebut turut naik 38,41 persen yoy dari Rp4,92 triliun, dengan rincian simpanan wadiah Rp120,73 miliar dan investasi non profit sharing Rp4,80 triliun.

Total liabilitas Bank NTB Syariah tercatat tumbuh 26,95 persen yoy pada 2019, dari Rp5,70 triliun menjadi Rp7,24 triliun. Total ekuitas senilai Rp1,4 triliun tumbuh 4,86 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif menurun dari 0,98 persen menjadi 0,68 persen pada 2019.

Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross tercatat menurun 27 basis poin menjadi 1,36 persen pada 2019. Hanya saja, NPF net naik tipis 4 basis poin menjadi 0,61 persen.

Rasio tingkat pengembalian asset (return on assets/ROA) juga tumbuh 2,56 persen pada akhir 2019, lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 1,92 persen. Return on equity (ROE) juga meningkat signifikan menjadi 12,05 persen.

Net operating margin (NOM) meningkat 2,18 persen pada 2019 dibandingkan periode sama pada 2018. Likuditas tidak lagi mengetat dengan nilai financing to deposit ratio (FDR) yang menurun dari 98,93 persen pada 2018 menjadi 81,89 persen pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja bank laba bank Bank NTB
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top