Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menjabat di Bank Dunia, Mari Elka Resmi Lepas Posisi Komisaris Utama BTPN

Mari Elka Pangestu menjabat sebagai Komisaris Utama BTPN sejak April 2016.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:09 WIB
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. di Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. di Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank BTPN Tbk. menyetujui pengunduran diri Mari Elka Pangestu sebagai Komisaris Utama yang telah dijabatnya sejak April 2016.

Jabatan yang ditinggalkan akan dibiarkan kosong hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) berikutnya.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan dia bersama seluruh pihak perseroan turut berbangga hati bahwa salah satu putri terbaik bangsa, yang merupakan bagian dari Bank BTPN, kini dipercaya mengemban tugas tersebut.

"Atas nama manajemen dan seluruh karyawan, saya ingin mengucapkan selamat atas tanggung jawab baru serta menyampaikan terima kasih atas kontribusinya terhadap kemajuan Bank BTPN,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2020).

Sebagai informasi, Mari Elka Pangestu ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan, dan Kemitraan untuk Bank Dunia efektif sejak 1 Maret 2020. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011 hingga Oktober 2014.

Selain itu, RUPST Bank BTPN juga menyepakati untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Adapun, laba bersih yang diperoleh selama 2019 akan digunakan sebagai cadangan wajib dan laba ditahan. Pada 2019, laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) mencapai Rp 2,6 triliun, meningkat 40 persen.

Perlu digarisbawahi, pencapaian ini menggunakan perbandingan antara kondisi bank setelah merger dan bank sebelum merger.

Ongki mengatakan keputusan untuk tidak membagikan dividen merupakan komitmen kuat dari pemegang saham dalam mendukung rencana pertumbuhan dan pengembangan bisnis Bank BTPN di masa depan.

Di tengah situasi dunia yang menantang, keputusan pemegang saham untuk tidak mengambil dividen mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan Bank BTPN secara berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan rencana Bank BTPN mendukung pemerataan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui segmen bisnis yang luas, mulai dari kelompok masyarakat prasejahtera produktif, ritel, hingga korporasi.

“Menjadi bagian dari grup Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) yang merupakan salah satu institusi keuangan terbesar dan terkemuka di dunia, Bank BTPN terus berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan fokus menjadi bank universal yang besar dan kuat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btpn mari elka pangestu
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top