Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Banyak Fintech Ilegal Manfaatkan Kondisi Pandemi Corona

Satgas Waspada Investasi menemukan entitas ilegal yang memanfaatkan kondisi perekonomian masyarakat yang melemah di tengah pandemi untuk meraup untung.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 April 2020  |  12:33 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA — Satgas Waspada Investasi menyatakan terdapat banyak penawaran pinjaman fintech peer-to-peer atau P2P lending ilegal yang memanfaatkan situasi pandemi virus corona (Covid-19). Dalam kondisi ini pun ditemukan sebanyak 81 fintech ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Togam L. Tobing menjelaskan pihaknya menemukan sejumlah kasus penawaran pinjaman ilegal dalam kondisi pandemi Covid-19. Entitas-entitas ilegal itu memanfaatkan kondisi perekonomian masyarakat yang melemah untuk meraup untung.

“Saat ini masih marak penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif,” ujar Tongam dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa penawaran pinjaman yang tidak berizin itu sangat merugikan masyarakat karena bunga yang dikenakan sangat tinggi dan data kontak masyarakat akan diakses. Tongam pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran-penawaran yang muncul.

“Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan,” ujarnya.

Sepanjang April 2020, saat penyebaran virus corona masih berlangsung, Satgas menemukan 81 fintech P2P lending ilegal. Temuan tersebut menambah jumlah fintech ilegal yang telah ditangani SWI sejak 2018 hingga April 2020 menjadi 2.486 entitas.

Tongam pun meminta agar masyarakat yang memanfaatkan pinjaman online agar menggunakan dananya untuk kepentingan produktif dan bertanggungjawab. Masyarakat pun dihimbau untuk mengembalikan pinjaman tersebut sesuai waktu perjanjian.

Masyarakat perlu memastikan pihak yang menawarkan pinjaman fintech lending memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai kegiatan usaha yang dijalankannya.

Adapun, untuk memperoleh informasi terkait fintech P2P lending, masyarakat dapat menghubungi OJK di nomor 157 dan 081157157157, atau melalui email ke [email protected]


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjaman Virus Corona fintech
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top