Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Wabah Corona, Pinjaman Fintech Melesat Jadi Rp102 Triliun

Penyaluran pinjaman lewat financial technology lending atau perusahaan teknologi finansial bidang pemberian pinjaman, terus mengalami kenaikan yang signifikan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  22:36 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA-Penyaluran pinjaman lewat financial technology lending atau perusahaan teknologi finansial bidang pemberian pinjaman, terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Dari laporan Perkembangan Fintech Lending yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (6/5/2020), akumulasi penyaluran pinjaman secaara nasional lewat perusahaan fintech lending sampai Maret 2020 mencapai Rp102,53 triliun, atau naik sebesar 208,83 persen secara tahunan (yoy).

Dilihat dari penyebarannya, mayoritas pinjaman masih berkonsentrasi di Pulau Jawa dengan nilai Rp87,72 triliun atau naik sebesar 207,22 persen. Sedangkan untuk luar Jawa, jumlah pinjaman yang dikucurkan mencapai total Rp14,81 triliun atau naik lebih tinggi mencapai 218,76 persen secara tahunan.

Dari angka tersebut jumlah outstanding pinjaman sampai Maret 2020 sudah mencapai Rp14,79 triliun, atau naik 90 persen secara tahunan. Sementara itu, tingkat keberhasilan 90 hari atau TKB90 saat ini di posisi 95,78 persen.

Seiring dengan kenaikan jumlah pinjamannya, total angka rekening peminjam juga ikut melonjak 245,05 persen menjadi 19,87 juta untuk area Pulau Jawa, sedangkan luar Jawa naik 256,28 persen ke posisi 4,29 juta peminjam.

Dengan begitu, total akumulasi peminjam nasional mencapai 24,15 juta rekening atau naik 246,99 persen. Karakteristik nasabah fintech lending yakni mayoritas nasabah perorangan pria (50,58 persen) dan perempuan (42,29 persen), sisanya 0,13 persen adalah badan usaha.

Adapun untuk usia peminjam mayoritas berusia 19-34 tahun (70,07 persen), diikuti kelompok usia 35-54 tahun sebanyak 27,79 persen, di atas 54 tahun (1,37 persen) dan di bawah 19 tahun (0,77 persen).

Adapun, untuk jumlah rekening lender juga mengalami pertumbuhan sebesar 157,27 persen di Pulau Jawa menjadi 528.441 rekening, sementara untuk area luar Pulau Jawa jumlahnya naik 66,28 persen ke posisi 107.966 rekening.

Secara nasional, jumlah rekening lender meningkat 134,91 persen ke angka 640.233 rekening. Mayoritas peminjam adalah laki-laki (62,24 persen), wanita (37,55 persen) dan sisanya badan usaha (0,21 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top