Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

17.000 Nasabah Home Credit Dapat Keringanan Akibat Covid-19

Data Home Credit mencatat jumlah pelanggan sebanyak 4,5 juta nasabah pada 2019, dengan nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp12,6 triliun atau tumbuh 32,4 persen dibandingkan dengan 2018 lalu.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  16:31 WIB
Bantuan berupa masker dari Home Credit Indonesia untuk RS PGI Cikini diserahkan secara langsung oleh Chief External Affairs Officer Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom dan diterima oleh Plt. Direktur Ketua RS PGI Cikini Dokter Alphinus Kambodji - Dokumen Home Credit.
Bantuan berupa masker dari Home Credit Indonesia untuk RS PGI Cikini diserahkan secara langsung oleh Chief External Affairs Officer Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom dan diterima oleh Plt. Direktur Ketua RS PGI Cikini Dokter Alphinus Kambodji - Dokumen Home Credit.

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 17.000 nasabah dari PT Home Credit Indonesia telah mendapatkan keringanan pembayaran angsuran akibat dampak pandemi Covid-19.

Dari informasi di laman resmi Home Credit yang dikutip Bisnis.com pada Kamis, (21/5/2020) jumlah nasabah yang mendapatkan keringanan tersebut adalah angka terakhir sampai 18 Mei 2020 lalu.

Data Home Credit mencatat jumlah pelanggan sebanyak 4,5 juta nasabah pada 2019, dengan nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp12,6 triliun atau tumbuh 32,4 persen dibandingkan dengan 2018 lalu.

Dijelaskan pada laman tersebut, program keringanan kredit ini diberikan perseroan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah guna mengantisipasi dampak Covid-19, program Keringanan Pembiayaan ini hadir untuk pelanggan yang memenuhi syarat berikut:

Pertama, terkena dampak langsung Covid-19 (baik secara medis maupun finansial); Kedua, pekerja sektor informal atau pengusaha UMKM; Ketiga, bekerja di sektor yang terpengaruh langsung oleh pandemi COVID-19 (seperti transportasi online, pariwisata, perhotelan, perdagangan, pertanian, pertambangan, real estate, infrastruktur, dan F&B).

Keempat, riwayat pembayaran cicilan lancar dan tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 (dapat diperiksa di My Home Credit App); Kelima, barang yang dicicil sesuai kontrak pembiayaan dan tidak berpindahtangan.

Untuk pengajuan keringanan kredit ini, nasabah dapat melakukan dengan cara ceritakan kondisi nasabah kepada perusahaan melalui e-mail ke care@homecredit.co.id dengan subject: ‘Permohonan Relaksasi Cicilan_[Nomor Kontrak]'. (Mohon gunakan e-mail pribadimu yang didaftarkan saat pengajuan pembiayaan). Kemudian ikuti instruksi dari tim Home Credit dan siapkan dokumen yang dibutuhkan.

Apabila nasabah mengalami dampak medis dari Covid-19, mohon dapat menyiapkan dokumen sebagai berikut. Pertama, suspek Covid-19; Kedua, Hasil pemeriksaan dokter; Ketiga, positif Terinfeksi dan Menjalani Perawatan Covid-19; Keempat, hasil diagnosis positif COVID-19 dari dokter; Kelima, karantina Karena Keluarga Positif Covid-19; Keenam, hasil pemeriksaan/ hasil diagnosis positif COVID-19 dari dokter untuk anggota keluarga yang bersangkutan; dan Ketujuh, fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Home Credit akan mengkaji pengajuan nasabah setelah seluruh data diterima secara lengkap. Setelahnya, perseroan akan menginformasikan apakah konsumen tersebut memenuhi syarat serta kebijakan keringanan pembiayaan yang bisa diberikan untuk membantu melewati masa sulit ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit home credit indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top