Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Paruh 2020 Saatnya Evaluasi Keuangan, Ini Caranya

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengatakan sebaiknya jelang penghujung paruh pertama tahun ini mulai lakukan evaluasi resolusi keuangan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  05:59 WIB
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi corona alias Covid 19 tentu berdampak pada keuangan rumah tangga. Tak hanya pada pos pemasukan dan pengeluaran, tapi juga pada resolusi keuangan tahun ini.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengatakan sebaiknya jelang penghujung paruh pertama tahun ini mulai lakukan evaluasi resolusi keuangan. Berikut cara evaluasi keuangan versi Freddy.

Langkah pertama, periksa aset yang dimiliki dan pertumbuhannya. Buat daftar seluruh aset yang dimiliki dan hitung berapa besar pertumbuhannya dalam kurun waktu hampir 6 bulan terakhir ini. Aset yang dimaksud dapat berupa reksa dana, saham/obligasi, tabungan/deposito, emas, maupun properti (tanah/rumah/ruko).

“Langkah kedua, periksa utang-utang yang masih harus ditanggung. Buat daftar seluruh utang yang masih harus ditanggung dan tanggal berakhirnya, baik utang konsumtif maupun utang produktif,” ujar Freddy dalam publikasinya, seperti dikutip Bisnis, Senin (25/5/2020)

Selanjutnya langkah ketiga, hitung harta yang terkumpul. Lakukan pengecekan, apakah jumlah harta yang dimiliki bertambah atau berkurang dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Caranya, dengan menghitung jumlah aset yang dimiliki saat ini, dikurangi dengan jumlah utang yang masih harus ditanggung. Perhitungannya, Harta = Aset – Utang.

Langkah keempat, masukkan resolusi keuangan ke dalam 3 kategori. Ketika melakukan evaluasi, yang harus dilakukan adalah melihat lagi daftar resolusi keuangan 2020 yang telah disusun sebelumnya.

Masukkan masing-masing ke dalam 3 kelompok terpisah: yang sudah tercapai, yang kemungkinan masih bisa dicapai dalam tahun ini, dan yang sebaiknya ditunda dulu.

“Untuk memutuskan sebuah resolusi keuangan masuk ke dalam kategori yang mana, perhatikan harta yang sudah terkumpul selama periode sekitar 6 bulan, tingkat urgensi, dan penghasilan Anda saat ini. Ingat, pandemi ini belum jelas kapan akan berakhir. Sementara penghasilan kita sangat mungkin untuk berkurang akibat pandemi ini,” tutur Freddy.

Jadi jika ternyata jumlah utang masih besar, maka jadikan ‘pelunasan utang’ sebagai resolusi keuangan yang baru. Sementara itu, resolusi keuangan yang sifatnya hiburan seperti untuk liburan, membeli home theater baru atau TV yang lebih besar, sebaiknya ditunda dulu.

Terakhir, langkah kelima, lakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Pasalnya, kondisi saat ini bisa dikatakan sebagai kondisi luar biasa. Maka, sesuaikan kembali resolusi keuangan secara lebih realistis, namun harus tetap spesifik dan terukur.

Freddy menilai periode evaluasi yang ideal adalah kuartalan atau setiap tiga bulan sekali, karena jika terjadi penyimpangan akan cepat ditangani. Namun, di tengah kondisi seperti saat ini, boleh juga melakukan review setiap bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi reksa dana portofolio investasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top