Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Waspada Investasi OJK Temukan 2.500 Fintech Ilegal

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (SWI OJK) menyatakan sampai saat ini telah menemukan adanya 2.500 perusahaan teknologi finansial ilegal alias tidak berizin yang beroperasi dan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  16:27 WIB
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA -  Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (SWI OJK) menyatakan sampai saat ini telah menemukan adanya 2.500 perusahaan teknologi finansial ilegal alias tidak berizin yang beroperasi dan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat.

Angka itu adalah temuan Satgas sejak periode 2017 hingga saat ini. Menurut Ketua SWI OJK Tongam L. Tobing, pelaku perusahaan finansial berbasis teknologi atau financial technology (fintech) ilegal menangkap peluang dari masyarakat yang dapat mengajukan pinjaman di fintech berizin resmi.

“Kalau di fintech pinjaman legal itu ada scoring, jadi yang mendapatkan pinjaman hanya yang eligible dan layak. [Yang tidak layak] ini menjadi peluang untuk fintech ilegal," ujarnya Kamis (28/5/2020).

Dia menjelaskan rata-rata kelompok orang yang menjadi korban fintech ilegal ini adalah masyarakat yang membutuhkan uang untuk konsumtif, sehingga menyebabkan masyarakat terjebak ke pinjaman online ilegal.

SWI menurut Tongam sudah berupaya memberantas fintech ilegal dengan cara bekerjasama dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs web dan aplikasi agar masyarakat tidak dapat mengakses layanan pinjaman online tersebut.

Namun, pelaku sangat mudah untuk kembali beroperasi dengan cara mengganti nama aplikasi atau fintech-nya.

“Makanya yang harus kita pengaruhi adalah edukasi kepada masyarakat, untuk lebih waspada. Ciri fintech ilegal ini melakukan penagihan dengan tidak beretika, memaksa kita mengizinkan akses kontak, ada juga pelecehan yang dialami masyarakat,” ujarnya.

Adapun, jumlah fintech resmi yang dicatat OJK sebanyak 151 dan telah menyalurkan pinjaman kepada hampir 24 juta orang dengan outstanding kredit sebesar hampir Rp15 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance investasi bodong fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top