Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Strategi BJB Syariah di Era New Normal

Direktur Utama bank bjb syariah Indra Falatehan mengatakan strategi telah dipersiapkan jauh-jauh hari guna mengubah tantangan menjadi peluang baru.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  18:37 WIB
Bjb syariah
Bjb syariah

Bisnis.com, JAKARTA - Bank bjb syariah mempersiapkan beberapa strategi untuk menghadapi new normal dunia usaha baru setelah corona.

Direktur Utama bank bjb syariah Indra Falatehan mengatakan strategi telah dipersiapkan jauh-jauh hari guna mengubah tantangan menjadi peluang baru.

"Situasi pandemi COVID-19 telah sedemikian rupa mempengaruhi berbagai lini kehidupan manusia, termasuk perilaku konsumen dalam memilih barang dan jasa yang akan digunakan. Karenanya, setiap perusahaan perlu beradaptasi, menyusun strategi baru yang sesuai dengan kondisi terkini agar tetap relevan serta mampu melihat peluang dari setiap tantangan yang ada," kata Indra dikutip dari siaran persnya.

Indra mengatakan dampak sosial wabah corona telah meningkatkan pelbagai risiko bisnis bagi perbankan syariah. Jenis risiko tersebut merentang dalam bentuk risiko kredit macet akibat penurunan kemampuan debitur, risiko pasar berupa perubahan nilai aset sebagai akibat pelemahan yield dan nilai tukar, serta risiko likuiditas setelah pelaksanaan program restrukturisasi kredit.

Atas hal tersebut, Indra memaparkan strategi pertama yang akan dilakukan bank bjb syariah ialah dengan menekan potensi risiko sebagai upaya mitigasi secara komprehensif dan sedini mungkin. Salah satu caranya dengan melakukan restrukrisasi kredit kepada nasabah terdampak COVID-19 sambil menetapkan prinsip kehati-hatian dalam menentukan kelaikan nasabah.

Strategi selanjutnya adalah bank bjb syariah bakal fokus untuk menyasar industri prospektif pada era normal baru. Sebabnya, perbankan syariah tetap harus tumbuh. Oleh karena itu mereka akan fokus pada industri yang masih bisa memiliki prospek baik di tengah pandemi.

Sambil berjalan merambah lebih dalam pasar potensial, perusahaan juga bakal menggenjot performa platform elektronik dan digital banking. Transaksi secara digital diprediksi bakal menjadi tren baru yang terbentuk selama masa pandemi.

Sesuai dengan era digitalisasi saat ini, bank bjb syariah juga bakal memanfaatkan ruang virtual lebih optimal sebagai sarana promosi dan pemasaran. Strategi ini mesti ditempuh guna merespons perubahan kebiasaan konsumen yang saat ini makin rajin berinteraksi menggunakan media layar datar. Karenanya, perbankan syariah akan fokus mengembangan digital dan online banking. Kondisi pandemi corona saat ini menguji layanan digital dan online banking perbankan syariah apakah benar dimanfaatkan oleh nasabahnya.

"Terakhir dan menjadi faktor yang dianggap paling penting dalam menentukan kesuksesan eksekusi strategi adalah agile leadership. Situasi kritis yang telah menghantam menjadi ajang pengujian tersendiri bagi para pemimpin agar mereka mampu memiliki fleksibilitas dan kemampuan adaptasi yang tinggi dalam memimpin perusahaan yang dikendalikan. Insya Allah bank bjb syariah siap kembali berkiprah dalam melayani kebutuhan keuangan syariah bagi masyarakat," kata Indra.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bjb syariah New Normal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top